PT Pertamina Hulu Energi Raih Rating ESG BBB dari MSCI

Senin, 30 Desember 2024 - 09:20 WIB
Pertamina Hulu Energi (PHE) meraih rating ESG BBB dari Lembaga rating internasional MSCI ESG Research UK Limited. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Subholding Upstream Pertamina PT Pertamina Hulu Energi ( PHE ) meraih rating ESG BBB dari Lembaga rating internasional MSCI ESG Research UK Limited pada 19 Desember 2024. Peringkat ini merupakan hasil dari proses asesmen yang dilakukan pada berbagai aspek ESG .

MSCI ESG Research UK Limited melakukan evaluasi berdasarkan data yang diperoleh dari informasi ESG yang dilaporkan perusahaan (mencakup pengungkapan sukarela pelaporan ESG, pengungkapan tata kelola perusahaan, dan laporan kerangka kerja yang tidak terkait dengan ESG), informasi dari sumber lain (mencakup data risiko produk, risiko makro, badan regulator, dan peristiwa), dan karakteristik perusahaan (mencakup segmen produk, geografis, dan karakteristik perusahaan lainnya).



Baca Juga: Sri Mulyani Bakal Cari Utang Luar Negeri Rp128 Triliun di 2025, Buat Apa?

Penilaian rating ESG oleh MSCI mencakup 8 isu kunci, yaitu Business Segment Breakdown, Carbon Emission, Biodiversity and Land Use, Toxic Emissions and Waste, Health and Safety, Community Relation, Corporate Behavior, dan Corporate Governance. PHE memperoleh skor di atas rata-rata industri untuk penilaian Carbon Emission (skor 6,2), Toxic Emissions and Waste (skor 5,4), Community Relation (skor 8,4), dan Corporate Governance (skor 8,4).

MSCI ESG Research UK Limited membagi nilai ESG ke dalam tiga kategori berdasarkan kinerja perusahaan dalam mengelola risiko ESG dan risiko bisnisnya, yakni kategori Leader, Average, dan Laggard. Untuk kategori Leader, MSCI membagi nilai ESG menjadi dua kelompok skor rating, yakni AAA dan AA. Selanjutnya, untuk kategori Average, penilaian skor rating ESG dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu A, BBB, dan BB. Sedangkan untuk kategori Laggard, penilaian skor rating ESG dibagi menjadi dua kelompok, yaitu B dan CCC.

Kegiatan eksplorasi dan produksi migas merupakan kegiatan berisiko tinggi. Kategori Leader menunjukkan bahwa perusahaan telah mampu mengelola risiko dan isu material ESG dengan sangat baik. Sementara kategori Average merupakan perusahaan dengan rekam jejak yang beragam atau baik dalam mengelola risiko dan peluang ESG. Sedangkan kategori Laggard adalah perusahaan yang tertinggal dan gagal untuk mengelola risiko ESG dibandingkan perusahaan lain dalam kategori industri sejenis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!