Terapkan Teknologi EVE Ejector, PHE ONWJ Optimalkan Produksi Gas
Kamis, 02 Januari 2025 - 18:40 WIB
Berbeda dengan ejektor lainnya, yang berfungsi mengkonversi energi tekanan menjadi energi kinetik, EVE Ejector yang digunakan PHE ONWJ berfungsi menghisap gas dengan tekanan rendah yang kemudian dimanfaatkan.
Hasilnya inovasi tersebut tidak saja mampu meningkatkan stabilitas tekanan pipa bawah laut, tetapi juga mampu menekan emisi serta memberikan nilai tambah signifikan bagi kinerja operasi perusahaan.
"Dampaknya, gas yang sebelumnya hanya dibakar, dapat dimanfaatkan kembali baik untuk komersial ke industri seperti pupuk, atau dialirkan ke sumur minyak sebagai pendorong hidrokarbon," kata Muzwir.
Dia menjelaskan penggunaan teknologi EVE Ejector ini pertama kali diimplementasikan pada 1 Juli 2023 lalu. Dalam kurun waktu satu tahun penggunaan, perusahaan mencatat adanya dampak yang signifikan terutama dari sisi produksi.
"PHE ONWJ mampu mengoptimalkan 6,6 juta standar kubik gas (MMSCF) menggunakan EVE Ejector," jelasnya.
Selanjutnya, berkat penggunaan teknologi ini, tekanan jaringan pipa bawah laut menjadi lebih stabil. Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya produksi sumur dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan, dengan bertambahnya produksi Lapangan Bravo sebesar 153 barel minyak per hari (BOPD).
Hasilnya inovasi tersebut tidak saja mampu meningkatkan stabilitas tekanan pipa bawah laut, tetapi juga mampu menekan emisi serta memberikan nilai tambah signifikan bagi kinerja operasi perusahaan.
"Dampaknya, gas yang sebelumnya hanya dibakar, dapat dimanfaatkan kembali baik untuk komersial ke industri seperti pupuk, atau dialirkan ke sumur minyak sebagai pendorong hidrokarbon," kata Muzwir.
Dia menjelaskan penggunaan teknologi EVE Ejector ini pertama kali diimplementasikan pada 1 Juli 2023 lalu. Dalam kurun waktu satu tahun penggunaan, perusahaan mencatat adanya dampak yang signifikan terutama dari sisi produksi.
"PHE ONWJ mampu mengoptimalkan 6,6 juta standar kubik gas (MMSCF) menggunakan EVE Ejector," jelasnya.
Selanjutnya, berkat penggunaan teknologi ini, tekanan jaringan pipa bawah laut menjadi lebih stabil. Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya produksi sumur dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan, dengan bertambahnya produksi Lapangan Bravo sebesar 153 barel minyak per hari (BOPD).
Lihat Juga :