Kalangan Pengusaha Diajak Membawa Semangat Indonesia Incorporated
Sabtu, 18 Januari 2025 - 23:19 WIB
“Ini (Kabinet Merah Putih-Red) baru tiga bulan. Tunggu, sabar sedikit. Mungkin bulan kelima atau keenam, baru kita merasakan. Kita mau bukan business as usual. There is no business as usual. Kita sekarang mau lari. Kita akan cepat, kita akan bergerak secepat-cepatnya,” ujar Presiden.
Masalahnya yang dihadapi saat ini, demikian Presiden, adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kita harus siapkan SDM, kita siapkan awaknya. Kita harus siapkan manajer-manajer muda, anak-anak muda yang otaknya pintar, tapi hatinya bersih. Jangan yang pintar otaknya, tapi hatinya ngga bersih. Kita mau anak-anak muda yang pintar, tapi hatinya merah putih,” kata Presiden.
Semakin Optimistis
Dunia kini tengah mengalami dinamika geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi. Presiden Prabowo menjelaskan, persaingan global semakin keras antara blok-blok ekonomi, antara kekuatan-kekuatan besar. Dalam persaingan yang keras itu diperlukan kehati-hatian oleh semua pihak.
“Saya mungkin baru menginjak bulan ketiga memimpin pemerintahan Republik Indonesia. Semakin saya mempelajari keadaan perekonomian Indonesia, semakin saya merasa percaya diri. Saya merasa optimis, saya percaya, saya yakin, kita akan mencapai, bahkan mungkin melebihi 8% laju pertumbuhan ekonomi,” papar Presiden.
Presiden menyadari, mungkin banyak pihak yang nyinyir dengan target laju pertumbuhan ekonomi 8%. “Salah satu kelemahan elite Indonesia adalah tidak percaya diri, suka melihat kawan susah, susah melihat kawan senang. Ini sifat kita. Saya mengoreksi diri mungkin terlalu lama kita dijajah, sehinga kita merasa rendah diri. Kita punya rasa kurang berani,” tukas Presiden.
“Saya positif, kita akan bikin kejutan-kejutan besar di minggu-minggu dan bulan-bulan yang akan datang. Ternyata, yang terjadi sesuai dengan apa yang saya bicara, sesuai dengan angka-angka, karena saudara-saudara, saya percaya dengan ilmu pasti alam, saya percaya dengan ilmu matematika dan ilmu fisika,” ungkap Presiden yang mengaku cukup dibantu oleh para menteri.
Baca Juga: Hadiri Munas Konsolidasi Kadin, Prabowo Janji Berikan Peran Besar kepada Swasta
Angka itu, kata Presiden, ilmiah, susah untuk berbohong. Asal kita melakukan kalkulasi yang masuk akal, 2+2 itu sama dengan empat. “Hanya kadang-kadang dalam politik Indonesia, 2+2 bisa sama dengan 4, 5, atau 5, atau juga 3. Manakala kita tinggalkan akal sehat, manakala kita tinggalkan hitungan berdasarkan logika, yang terjadi adalah distorsi dan disfungsi,” tegas Presiden.
Masalahnya yang dihadapi saat ini, demikian Presiden, adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). “Kita harus siapkan SDM, kita siapkan awaknya. Kita harus siapkan manajer-manajer muda, anak-anak muda yang otaknya pintar, tapi hatinya bersih. Jangan yang pintar otaknya, tapi hatinya ngga bersih. Kita mau anak-anak muda yang pintar, tapi hatinya merah putih,” kata Presiden.
Semakin Optimistis
Dunia kini tengah mengalami dinamika geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi. Presiden Prabowo menjelaskan, persaingan global semakin keras antara blok-blok ekonomi, antara kekuatan-kekuatan besar. Dalam persaingan yang keras itu diperlukan kehati-hatian oleh semua pihak.
“Saya mungkin baru menginjak bulan ketiga memimpin pemerintahan Republik Indonesia. Semakin saya mempelajari keadaan perekonomian Indonesia, semakin saya merasa percaya diri. Saya merasa optimis, saya percaya, saya yakin, kita akan mencapai, bahkan mungkin melebihi 8% laju pertumbuhan ekonomi,” papar Presiden.
Presiden menyadari, mungkin banyak pihak yang nyinyir dengan target laju pertumbuhan ekonomi 8%. “Salah satu kelemahan elite Indonesia adalah tidak percaya diri, suka melihat kawan susah, susah melihat kawan senang. Ini sifat kita. Saya mengoreksi diri mungkin terlalu lama kita dijajah, sehinga kita merasa rendah diri. Kita punya rasa kurang berani,” tukas Presiden.
“Saya positif, kita akan bikin kejutan-kejutan besar di minggu-minggu dan bulan-bulan yang akan datang. Ternyata, yang terjadi sesuai dengan apa yang saya bicara, sesuai dengan angka-angka, karena saudara-saudara, saya percaya dengan ilmu pasti alam, saya percaya dengan ilmu matematika dan ilmu fisika,” ungkap Presiden yang mengaku cukup dibantu oleh para menteri.
Baca Juga: Hadiri Munas Konsolidasi Kadin, Prabowo Janji Berikan Peran Besar kepada Swasta
Angka itu, kata Presiden, ilmiah, susah untuk berbohong. Asal kita melakukan kalkulasi yang masuk akal, 2+2 itu sama dengan empat. “Hanya kadang-kadang dalam politik Indonesia, 2+2 bisa sama dengan 4, 5, atau 5, atau juga 3. Manakala kita tinggalkan akal sehat, manakala kita tinggalkan hitungan berdasarkan logika, yang terjadi adalah distorsi dan disfungsi,” tegas Presiden.
(akr)
Lihat Juga :