Populasi China Menyusut 3 Tahun Beruntun, Sekolah Kosong Disulap Jadi Panti Jompo

Rabu, 22 Januari 2025 - 06:11 WIB
Sementara pengeluaran untuk militer dan proyek infrastruktur terus meningkat, sistem jaminan sosial China yang sudah lemah harus berjalan tertatih-tatih, dengan meningkatnya jumlah orang China yang menolak membayar sistem pensiun yang kekurangan dana.

Sudah lebih dari seperlima populasi China berusia 60 tahun ke atas, dengan angka resmi yang diberikan menyentuh 310,3 juta atau 22% dari total populasi. Pada tahun 2035, jumlah ini diperkirakan akan melebihi 30%, memicu diskusi tentang perubahan usia pensiun resmi, untuk menjadi salah satu yang terendah di dunia.

Dengan kondisi siswa yang sedikit, beberapa sekolah dan taman kanak-kanak yang kosong diubah sementara menjadi fasilitas perawatan bagi orang tua. Melihat perkembangan dan tantangan demografi yang dihadapi China, membuat ekonomi terbesar kedua di dunia itu menghadapi hambatan besar. Ada pepatah China yang menyatakan, "menjadi tua sebelum menjadi kaya."

Baca Juga: China Hadapi Krisis Populasi, Mayoritas Wanitanya Ogah Punya Anak

Bujukan pemerintah termasuk memberikan bantuan keuangan agar warganya memiliki lebih dari tiga anak dan insentif biaya perumahan ternyata hanya memiliki efek sementara. Di sisi lain, ada 10 juta lebih orang pindah ke kota dengan tingkat urbanisasi 67%, naik hampir satu poin persentase dari tahun sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!