Smelter Nikel Gunakan Energi Bersih Segera Beroperasi di Kolaka
Jum'at, 24 Januari 2025 - 10:07 WIB
Pada kesempatan itu, Asrun Lio juga mengapresiasi penggunaan energi bersih smelter Ceria Group yang bersumber dari PLTA Bakaru (dalam jaringan transmisi PLN) yang dinyatakan dengan Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC).
Ia juga menyaksikan langsung keberadaan Pembangkit Listrik Terapung atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) berkapasitas 2 x 60 MW yang telah bersandar di Terminal Khusus Wolo. Adapun, BMPP ini sudah terkoneksi dengan jaringan PLN Kolaka untuk menjaga keandalan dan stabilitas listrik smelter Ceria Group.
Pejabat Bupati Kolaka Muh Fadliansyah mengatakan Ceria merupakan salah satu industri pertambangan nasional terbaik di wilayahnya. Mereka memanfaatkan 100% tenaga kerja dari puta putri terbaik Indonesia.
“Ceria telah berkontribusi besar di Kabupaten Kolaka. Bahkan, saat ini semua masyarakat di Wolo sudah terserap sebagai tenaga kerja di perusahaan,” ujarnya.
Menurut Fadliansyah, dengan melihat progres Smelter Merah Putih yang sudah hampir rampung, ia berharap smelter RKEF Ceria bisa segera beroperasi. “Kami mendoakan semoga smelter Ceria cepat beroperasi agar semakin membuka lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," imbuhnya.
Deputy President Director Ceria, Djen Rizal menjelaskan bahwa smelter ini dibangun PMDN murni yang dimiliki dan dikelola putra daerah. Pendanaan oleh Sindikasi Perbankan Nasional yang dipimpin PT Bank Mandiri Tbk dan Bank SulselBar dan BJB.
Ia juga menyaksikan langsung keberadaan Pembangkit Listrik Terapung atau Barge Mounted Power Plant (BMPP) berkapasitas 2 x 60 MW yang telah bersandar di Terminal Khusus Wolo. Adapun, BMPP ini sudah terkoneksi dengan jaringan PLN Kolaka untuk menjaga keandalan dan stabilitas listrik smelter Ceria Group.
Pejabat Bupati Kolaka Muh Fadliansyah mengatakan Ceria merupakan salah satu industri pertambangan nasional terbaik di wilayahnya. Mereka memanfaatkan 100% tenaga kerja dari puta putri terbaik Indonesia.
“Ceria telah berkontribusi besar di Kabupaten Kolaka. Bahkan, saat ini semua masyarakat di Wolo sudah terserap sebagai tenaga kerja di perusahaan,” ujarnya.
Menurut Fadliansyah, dengan melihat progres Smelter Merah Putih yang sudah hampir rampung, ia berharap smelter RKEF Ceria bisa segera beroperasi. “Kami mendoakan semoga smelter Ceria cepat beroperasi agar semakin membuka lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," imbuhnya.
Deputy President Director Ceria, Djen Rizal menjelaskan bahwa smelter ini dibangun PMDN murni yang dimiliki dan dikelola putra daerah. Pendanaan oleh Sindikasi Perbankan Nasional yang dipimpin PT Bank Mandiri Tbk dan Bank SulselBar dan BJB.
Lihat Juga :