AI Diproyeksikan Dorong Transformasi di Sektor Ritel dan Konsumen

Senin, 27 Januari 2025 - 08:01 WIB
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 81% dari para eksekutif yang disurvei dan 96% dari tim mereka sudah menggunakan AI pada tingkat moderat atau signifikan. Para eksekutif menyatakan keinginan memperluas penggunaan AI dengan penerapan yang lebih kompleks, seperti perencanaan bisnis yang terintegrasi, dengan rencana meningkatkan penggunaan sebesar 82% pada tahun 2025.

Para eksekutif yang disurvei juga memperkirakan bahwa 31% karyawan perlu mempelajari keterampilan baru untuk bekerja dengan AI dalam satu tahun ke depan, meningkat menjadi 45% dalam tiga tahun. Kemudian, penggunaan AI pada layanan pelanggan yang terpersonalisasi, khususnya untuk kebutuhan dalam memberikan tanggapan dan tindak lanjut, diproyeksikan naik hingga 236% dalam 12 bulan mendatang dibandingkan tahun sebelumnya, berdasarkan survei.

Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa 55% dari peningkatan ini diharapkan melibatkan kolaborasi manusia-AI, sedangkan hanya 30% yang akan sepenuhnya dilakukan secara otomatis menunjukkan pentingnya menyiapkan karyawan untuk integrasi AI yang mulus.

Baca Juga: AI Melesat Cepat, Sundar Pichai Cemaskan Masa Depan Google

Investasi dalam platform ekosistem atau perangkat yang memfasilitasi pertukaran data dan model AI, diproyeksikan akan meningkat pesat. Responden memproyeksikan pertumbuhan dari 52% saat ini menjadi menjadi 89% dalam tiga tahun ke depan, karena perusahaan berupaya untuk memadukan kemampuan AI dengan mitra bisnis dan teknologi untuk mempercepat inovasi dan mendorong efisiensi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!