Semen Indonesia Catatkan 25% Top Talent Karyawan Perempuan
Senin, 27 Januari 2025 - 20:39 WIB
SIG juga telah membentuk komunitas karyawan perempuan dengan nama Srikandi SIG yang merupakan perpanjangan tangan dari Srikandi BUMN. Melalui kegiatan ini, perusahaan turut mendorong women empowerment dengan pembelajaran seperti change management, managing work dan work planning.
"SIG berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan untuk ketersediaan karyawan perempuan dan mengisi posisi manajerial dan strategik berdasarkan pertimbangan kompetensi dan hasil penilaian kinerja. Semangat ini selaras dengan nilai utama BUMN, yaitu Akhlak," ucap Agung.
Baca Juga: Kisah Kolam Segaran di Trowulan, Tempat Warga Majapahit Berwisata
Sementara, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan karyawan perempuan BUMN memiliki peranan penting untuk mendukung keberlanjutan transformasi BUMN.
"Perbaikan dan transformasi BUMN dapat terus berlangsung dengan dukungan karyawan perempuan. Sejak awal masa kepemimpinan saya di Kementerian BUMN, selain memberikan rasa aman dan nyaman, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan. Termasuk mengupayakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender," kata Erick Thohir.
"SIG berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan untuk ketersediaan karyawan perempuan dan mengisi posisi manajerial dan strategik berdasarkan pertimbangan kompetensi dan hasil penilaian kinerja. Semangat ini selaras dengan nilai utama BUMN, yaitu Akhlak," ucap Agung.
Baca Juga: Kisah Kolam Segaran di Trowulan, Tempat Warga Majapahit Berwisata
Sementara, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan karyawan perempuan BUMN memiliki peranan penting untuk mendukung keberlanjutan transformasi BUMN.
"Perbaikan dan transformasi BUMN dapat terus berlangsung dengan dukungan karyawan perempuan. Sejak awal masa kepemimpinan saya di Kementerian BUMN, selain memberikan rasa aman dan nyaman, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan. Termasuk mengupayakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender," kata Erick Thohir.
(nng)
Lihat Juga :