China Berpaling dari Batu Bara, Permintaan Listrik Baru Dipasok Energi Hijau
Selasa, 28 Januari 2025 - 08:24 WIB
Permintaan listrik hampir pasti akan terus berkembang lebih cepat di China, yang diperkirakan akan tumbuh 4,5% tahun ini.
"Pertumbuhan yang lebih cepat di sektor manufaktur yang padat energi juga telah menutupi pertumbuhan yang lebih lemah di sektor jasa dan konsumen" ujar analis utama Centre for Research on Energy and Clean Air, Lauri Myllyvirta dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2025).
Baca Juga: 4 Tentara Israel yang Dibebaskan: Terima Kasih Hamas atas Perlakuan yang Baik
Para analis juga merujuk pada mobil listrik, kecerdasan buatan, dan elektrifikasi industri untuk menjelaskan kesenjangan yang semakin melebar antara permintaan listrik dan pertumbuhan PDB.
"Hampir 65% permintaan listrik China berasal dari industri," kata Yicong Zhu, wakil presiden untuk energi terbarukan dan energi di Rystad Energy.
"Pertumbuhan yang lebih cepat di sektor manufaktur yang padat energi juga telah menutupi pertumbuhan yang lebih lemah di sektor jasa dan konsumen" ujar analis utama Centre for Research on Energy and Clean Air, Lauri Myllyvirta dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2025).
Baca Juga: 4 Tentara Israel yang Dibebaskan: Terima Kasih Hamas atas Perlakuan yang Baik
Para analis juga merujuk pada mobil listrik, kecerdasan buatan, dan elektrifikasi industri untuk menjelaskan kesenjangan yang semakin melebar antara permintaan listrik dan pertumbuhan PDB.
"Hampir 65% permintaan listrik China berasal dari industri," kata Yicong Zhu, wakil presiden untuk energi terbarukan dan energi di Rystad Energy.
(nng)
Lihat Juga :