Alarm Daya Beli Menyala: Kelas Menengah Tergerus, Stabilitas Ekonomi Terancam

Selasa, 04 Februari 2025 - 16:34 WIB
Penurunan jumlah kelas menengah berarti berkurangnya konsumsi rumah tangga, yang secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,76% pada Januari 2025 secara bulanan (month-to-month). BPS menegaskan bahwa penyebab utama deflasi ini adalah diskon tarif listrik sebesar 50% bagi pelanggan rumah tangga dengan daya terpasang hingga 2.200 VA.

Namun Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPNVJ, Achmad Nur Hidayat menerangkan, analisis lebih dalam mengungkapkan bahwa meskipun faktor ini berkontribusi pada penurunan indeks harga konsumen (IHK), angka deflasi yang signifikan ini merupakan bukti nyata dari melemahnya daya beli masyarakat.



Baca Juga: Tahun 2025 Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat

Bank Indonesia (BI) turut merilis data yang mengonfirmasi penurunan daya beli ini. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan sejak pertengahan 2024, menunjukkan bahwa masyarakat semakin berhati-hati dalam berbelanja dan cenderung menahan konsumsi.

Jika dilihat dari tren inflasi tahunan, sejak April 2024, inflasi terus melambat, dari 3,00% (yoy) pada April 2024 menjadi hanya 0,76% (yoy) pada Januari 2025.

"Tren ini bukan hanya mencerminkan sekedar deflasi harga, tetapi juga menandakan lemahnya permintaan domestik," ungkap Achmad Nur Hidayat di Jakarta, Selasa (4/2/2025)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!