Genjot Produksi, PHE Pacu Reaktivasi Sumur Minyak Tak Aktif
Selasa, 04 Februari 2025 - 17:28 WIB
Vice President Operational & Project PHE Benny Sidik di webinar Migas Sebagai Pilar Swasembada Energi: Tantangan dan Solusi Peningkatan Lifting di Jakarta, Selasa (4/2/2025). FOTO/M Faizal
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi ( PHE ) menargetkan untuk mereaktivasi sebanyak 798 sumur minyak yang menganggur (idle wells) sepanjang 2025. Reaktivasi sumur-sumur yang tidak aktif tersebut merupakan salah satu upaya subholding upstream Pertamina itu untuk meningkatkan produksi minyak yang pada 2024 mencapai 400.000 barrel oil per day (bopd).
Reaktivasi sumur tak aktif telah dilakukan PHE sejak 2021 yang saat itu jumlahnya mencapai 585 sumur. Reaktivasi juga berlanjut pada tahun 2024 di mana tercatat sebanyak 962 sumur yang direaktivasi.Vice President Operational & Project PHE Benny Sidik mengatakan, untuk reaktivasi sumur-sumur menganggur tersebut, pihaknya akan menggandeng mitra.
"Ada 100 mitra yang ikut sosialisasi. Harapannya, kami bisa mendapat mitra yang solid, baik secara teknologi, kompetensi, dan keuangan," ujar Benny saat menjadi pembicara di webinar bertajuk "Migas Sebagai Pilar Swasembada Energi: Tantangan dan Solusi Peningkatan Lifting"di Jakarta, Selasa (4/2/2024).
Baca Juga: Bahlil Optimistis Intervensi Teknologi Mampu Dongkrak Produksi Migas Nasional
Reaktivasi sumur tak aktif telah dilakukan PHE sejak 2021 yang saat itu jumlahnya mencapai 585 sumur. Reaktivasi juga berlanjut pada tahun 2024 di mana tercatat sebanyak 962 sumur yang direaktivasi.Vice President Operational & Project PHE Benny Sidik mengatakan, untuk reaktivasi sumur-sumur menganggur tersebut, pihaknya akan menggandeng mitra.
"Ada 100 mitra yang ikut sosialisasi. Harapannya, kami bisa mendapat mitra yang solid, baik secara teknologi, kompetensi, dan keuangan," ujar Benny saat menjadi pembicara di webinar bertajuk "Migas Sebagai Pilar Swasembada Energi: Tantangan dan Solusi Peningkatan Lifting"di Jakarta, Selasa (4/2/2024).
Baca Juga: Bahlil Optimistis Intervensi Teknologi Mampu Dongkrak Produksi Migas Nasional
Lihat Juga :