Fundamental Kuat, Saham Sektor Perbankan Dinilai Masih Prospektif
Jum'at, 07 Februari 2025 - 11:14 WIB
Kiswoyo menilai, Bank Mandiritelah teruji mampu mencatat kinerja positif setiap tahun. Selama 10 tahun pemerintahan sebelumnya, Bank Mandiri secara konsisten meraih pertumbuhan laba dengan tetap menjaga tingkat kredit bermasalah jauh di bawah batas ketentuan regulator. "Padahal, selama 10 tahun kemarin, perekonomian Indonesia diwarnai tekanan global dan domestik yang tak kalah berat," imbuhnya.
Baca Juga: Ini Sosok di Balik The Simpsons dan Alasan Ramalan dalam Serial Ini Selalu Jadi Kenyataan
Tahun lalu, realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp1.670,55 triliun, naik 19,5% secara year on year (YoY). Kredit wholesale yang menjadi core business perseroan terus menjadi pendorong utama penyaluran kredit. Begitupula, kualitas kredit Bank Mandiri sangat baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah di level 0,97%, turun 5 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan non-bunga, Bank Mandiri juga berhasil meraih Rp 42,32 triliun, atau tumbuh 4,12% secara konsolidasi (yoy). Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp55,8 triliun, naik 1,31% secara tahunan. Pencapaian ini menurutnya mencerminkan efektivitas strategi ekspansi berbasis digital, peningkatan efisiensi operasional, serta diversifikasi sumber pendapatan yang semakin kokoh.
Untuk mendukung ekspansi kredit tahun ini, Kiswoyo melihat pentingnya BMRI memperhatikan likuiditas. Sehingga, rasio penyaluran kredit berbanding simpanan alias loan to deposit ratio (LDR) BMRI dapat terjaga di level optimal. "Saya perkirakan saham sektor perbankan, masih akan terus meningkat. Terutama saham BMRI masih ada potensi bertumbuh hingga Rp7.200 per saham sampai akhir 2025," tutupnya.
Baca Juga: Ini Sosok di Balik The Simpsons dan Alasan Ramalan dalam Serial Ini Selalu Jadi Kenyataan
Tahun lalu, realisasi kredit Bank Mandiri secara konsolidasi mencapai Rp1.670,55 triliun, naik 19,5% secara year on year (YoY). Kredit wholesale yang menjadi core business perseroan terus menjadi pendorong utama penyaluran kredit. Begitupula, kualitas kredit Bank Mandiri sangat baik, tercermin dari rasio kredit bermasalah di level 0,97%, turun 5 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan non-bunga, Bank Mandiri juga berhasil meraih Rp 42,32 triliun, atau tumbuh 4,12% secara konsolidasi (yoy). Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp55,8 triliun, naik 1,31% secara tahunan. Pencapaian ini menurutnya mencerminkan efektivitas strategi ekspansi berbasis digital, peningkatan efisiensi operasional, serta diversifikasi sumber pendapatan yang semakin kokoh.
Untuk mendukung ekspansi kredit tahun ini, Kiswoyo melihat pentingnya BMRI memperhatikan likuiditas. Sehingga, rasio penyaluran kredit berbanding simpanan alias loan to deposit ratio (LDR) BMRI dapat terjaga di level optimal. "Saya perkirakan saham sektor perbankan, masih akan terus meningkat. Terutama saham BMRI masih ada potensi bertumbuh hingga Rp7.200 per saham sampai akhir 2025," tutupnya.
(fjo)
Lihat Juga :