Rusia Bidik India Jadi Pasar Utama LNG

Minggu, 16 Februari 2025 - 07:31 WIB
Dia menekankan, bahwa Rusia menawarkan "harga yang kompetitif" dan akan terus berdagang dengan mitranya, meskipun ada sanksi yang meningkat dari Washington dan sekutunya. "Kami siap bersaing di pasar bebas, asalkan tidak disertai dengan langkah-langkah ilegal seperti sanksi," katanya.

India saat ini memiliki 7 terminal impor LNG dengan total kapasitas sekitar 47,7 juta metrik ton per tahun. IEA memprediksi, bahwa lonjakan permintaan akan memerlukan kapasitas impor tambahan pada paruh kedua dekade ini.

Sedangkan Rusia, salah satu eksportir gas terbesar di dunia, mengirimkan rekor 33,6 juta metrik ton LNG tahun lalu, lebih dari setengahnya pergi ke Uni Eropa, menurut perusahaan analitik Kpler.

Pada bulan Desember, Wakil Perdana Menteri, Alexander Novak mengatakan, bahwa Rusia memiliki "proyek besar." "Volume baru sedang dibangun, dan pasokan LNG pergi ke negara-negara Eropa dan Asia," katanya.

Sementara Uni Eropa melarang batu bara Rusia, minyak mentah laut, dan produk minyak sulingan, UE belum menjatuhkan sanksi langsung terhadap gas dan LNG karena ketergantungannya pada bahan bakar. Namun, AS telah memberikan sanksi kepada produsen LNG utama Rusia, Novatek, dan proyek Arctic LNG 2-nya, yang diperkirakan akan menghasilkan hampir 19,8 juta metrik ton LNG per tahun, terutama untuk pasar Asia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!