Flu Burung Merebak di AS, Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur
Sabtu, 22 Februari 2025 - 10:41 WIB
Turki mulai mengekspor sekitar 15.000 ton telur ke Amerika Serikat (AS), saat wabah flu burung menggerus produksi AS dan membuat harga melonjak naik. Foto/Dok, Ilustrasi
ISTANBUL - Turki mulai mengekspor sekitar 15.000 ton telur ke Amerika Serikat (AS) , saat wabah flu burung menggerus produksi AS dan membuat harga melonjak naik. Kabar ini disampaikan oleh seorang pejabat perdagangan seperti dilansir Reuters.
Kematian jutaan ayam petelur membahayakan janji Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan biaya kebutuhan sehari-hari, karena kini toko kelontong menjatah persediaan. Selain itu restoran menaikkan harga hidangan yang menggunakan bahan dasar telur.
Baca Juga: Virus Flu Burung H5N1 Tewaskan Warga AS, Publik Ketakutan Muncul Pandemi Baru
Ketua Serikat Pusat Produsen Telur di Turki, Ibrahim Afyon menjelaskan, pengiriman telur ke AS dari Turki dimulai bulan ini dan akan berlanjut hingga Juli. "Ekspor akan dilakukan melalui perusahaan anggota kami dengan otorisasi yang diperlukan, sementara dua perusahaan akan mengoordinasikan prosesnya," kata Afyon.
"Sebanyak 15.000 ton telur – setara dengan 700 kontainer – akan dikirim," tambahnya.
AS terus berupaya meredam dampak flu burung, yang pertama kali terdeteksi pada sapi perah di Texas pada Maret lalu dan sejak itu menyebar ke lebih dari 970 kawanan di 17 negara bagian. Virus ini telah menginfeksi hampir 70 orang sejak April, terutama pekerja pertanian yang terpapar unggas atau sapi yang terinfeksi. Satu orang yang terinfeksi tercatat meninggal dunia.
Kematian jutaan ayam petelur membahayakan janji Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan biaya kebutuhan sehari-hari, karena kini toko kelontong menjatah persediaan. Selain itu restoran menaikkan harga hidangan yang menggunakan bahan dasar telur.
Baca Juga: Virus Flu Burung H5N1 Tewaskan Warga AS, Publik Ketakutan Muncul Pandemi Baru
Ketua Serikat Pusat Produsen Telur di Turki, Ibrahim Afyon menjelaskan, pengiriman telur ke AS dari Turki dimulai bulan ini dan akan berlanjut hingga Juli. "Ekspor akan dilakukan melalui perusahaan anggota kami dengan otorisasi yang diperlukan, sementara dua perusahaan akan mengoordinasikan prosesnya," kata Afyon.
"Sebanyak 15.000 ton telur – setara dengan 700 kontainer – akan dikirim," tambahnya.
AS terus berupaya meredam dampak flu burung, yang pertama kali terdeteksi pada sapi perah di Texas pada Maret lalu dan sejak itu menyebar ke lebih dari 970 kawanan di 17 negara bagian. Virus ini telah menginfeksi hampir 70 orang sejak April, terutama pekerja pertanian yang terpapar unggas atau sapi yang terinfeksi. Satu orang yang terinfeksi tercatat meninggal dunia.
Lihat Juga :