Rupiah Kebakaran Tembus Rp16.591/USD, BI Masuk Pasar Jaga Stabilitas

Jum'at, 28 Februari 2025 - 14:26 WIB
Edi juga menjelaskan, bahwa faktor pemicunya masih terkait dengan kebijakan tarif Trump yang mengenakan tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk China. Selain itu ancaman pengenaan tarif 25% untuk negara-negara Uni Eropa (UE) juga turut memicu penguatan indeks dolar AS (DXY) terhadap hampir seluruh mata uang.

"Faktor-faktor tersebut menyebabkan DXY mengalami penguatan hampir terhadap seluruh mata uang," jelasnya.

Menanggapi tekanan ini, BI juga terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Tentu BI terus mengawal. Kami bold masuk pasar untuk menjaga keseimbangan supply demand valas di pasar agar market confidence tetap terjaga," tegas Edi.

Baca Juga: Rupiah Makin Parah, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp16.454 per Dolar AS

Ditegaskan juga olehnya, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar valuta asing dan langkah-langkah kebijakan moneter lainnya. BI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi makro.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!