Pengamat Penerbangan Sebut Diskon Tiket Pesawat Tak Dorong Daya Beli, Kok Bisa?

Rabu, 05 Maret 2025 - 06:55 WIB
Menurutnya jumlah penumpang yang tidak naik signifikan meski ada diskon tiket disebabkan karena kapasitas armada yang terbatas. Hal ini dinilai Gerry, seharusnya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah betapa masih sulitnya industri penerbangan untuk melakukan ekspansi.

"Kita harus lihat, diskon 10% tapi naiknya hanya 3%, kenapa kita lanjutkan? Sedangkan dari supply yang ada, jumlahnya masih sedikit," kata Gerry.

"Jadi arline, ibarat kalau lagi low season cari cari duitlah bagaimana caranya, tapi kalau padat kamu tidak boleh cari duit, industri mana yang mau jalan. Industri mana yang mau ekspansi kalau posisinya seperti itu, kapan pemerintah sadar?," sambungnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto menambahkan, ketentuan tarif batas atas (TBA) yang tidak kunjung disesuaikan sejak tahun 2019 juga menjadi momok bagi industri penerbangan masih terbatas melakukan ekspansi.

Bayu menjelaskan, harga tiket pesawat ekonomi saat ini masih mengacu pada situasi ekonomi di tahun 2019. Pada tahun 2019, kurs dollar masih Rp12.500, sedangkan harga avtur masih Rp10 ribuan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!