Jaga Ketahanan Energi, PHE Produksi Minyak 553.670 Bph per Januari
Jum'at, 07 Maret 2025 - 21:54 WIB
Pth Dirut PHE Dannif Danusaputro (dua dari kanan) dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Rachmat Hidajat (tengah) di acara Media Engagement di Jakarta, Jumat (7/3/2025). FOTO/M Faizal
JAKARTA - Menegaskan komitmen menjaga ketahanan dan memastikan ketersediaan energi nasional,PT Pertamina Hulu Energi ( PHE ) terus berupayameningkatkan produksi migas secara berkelanjutan. Komitmen itu direalisasikan dengankemampuan memproduksi minyak mencapai 553.670 barel per hari (bph) dan gas 2.826,56 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) pada Januari 2025.
Subholding Upstream Pertamina tersebut juga memastikan keberlanjutan dengan terus berupaya menambah cadangan, di mana pada Jaunari 2025PHE berhasil menyelesaikan pengeboran sebanyak 2 sumur eksplorasi, 70 sumur eksploitasi, 80 sumur workover dan 3.016 sumur well service. PHE juga mencatatkan survei seismik 3D seluas 164,29 kilometer persegi (km2).
Pth Direktur Utama PHE sekaligus Direktur Keuangan dan Investasi Dannif Danusaputro mengatakan, untuk mengoptimalkan produksi migas, perusahaan juga menjalankan berbagai strategi, termasuk eksplorasi wilayah baru, reaktivasi sumur yang belum berproduksi, serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Teknologi seperti waterflood dan steamflood diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dari sumur yang sudah beroperasi lama. Selain itu, percepatan proyek greenfield atau lapangan baru menurutnya juga menjadi prioritas.
Baca Juga: Genjot Produksi, PHE Pacu Reaktivasi Sumur Minyak Tak Aktif
Subholding Upstream Pertamina tersebut juga memastikan keberlanjutan dengan terus berupaya menambah cadangan, di mana pada Jaunari 2025PHE berhasil menyelesaikan pengeboran sebanyak 2 sumur eksplorasi, 70 sumur eksploitasi, 80 sumur workover dan 3.016 sumur well service. PHE juga mencatatkan survei seismik 3D seluas 164,29 kilometer persegi (km2).
Pth Direktur Utama PHE sekaligus Direktur Keuangan dan Investasi Dannif Danusaputro mengatakan, untuk mengoptimalkan produksi migas, perusahaan juga menjalankan berbagai strategi, termasuk eksplorasi wilayah baru, reaktivasi sumur yang belum berproduksi, serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Teknologi seperti waterflood dan steamflood diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dari sumur yang sudah beroperasi lama. Selain itu, percepatan proyek greenfield atau lapangan baru menurutnya juga menjadi prioritas.
Baca Juga: Genjot Produksi, PHE Pacu Reaktivasi Sumur Minyak Tak Aktif
Lihat Juga :