China Setop Impor LNG AS Gegara Tarif Trump, Geser ke Sumber Alternatif

Sabtu, 22 Maret 2025 - 15:13 WIB
Sebagai balasan atas pungutan AS untuk ekspor China, Beijing memberlakukan tarif 15% pada pengiriman LNG AS, mulai 10 Februari. Akibatnya menurut para pedagang, gas China dengan komitmen jangka panjang untuk proyek-proyek AS mengarahkan pengiriman ke Eropa.

"Perusahaan-perusahaan China juga ragu-ragu untuk menandatangani kesepakatan baru dengan fasilitas AS, memilih pemasok di kawasan Asia-Pasifik atau Timur Tengah," kata laporan itu seperti dilansir GlobalData.

China Resources Gas International baru-baru ini sepakat untuk membeli LNG dari Woodside Energy Group Australia selama 15 tahun, mulai tahun 2027. Ini menandai kesepakatan pasokan berjangka pertama antara perusahaan China dan Australia dalam beberapa tahun menyusul peningkatan hubungan perdagangan antara Canberra dan Beijing.

Diketahui China meningkatkan ketahanan energinya dengan meningkatkan produksi gas domestik yang terus tumbuh, dengan kenaikan 3,7% secara year-on-year (YoY) dalam dua bulan pertama tahun 2025. Selain itu energi alternatif yang lebih murah seperti batu bara, energi terbarukan, dan gas dari Rusia mengurangi permintaan China akan gas laut.

Perang dagang sebelumnya selama era pertama kepemimpinan Trump telah menghentikan penjualan LNG AS ke China. Sejak dilanjutkan pada tahun 2020, impor gas AS dari China telah melonjak, rata-rata lebih dari 400.000 ton per bulan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!