Rupiah Sepekan Melemah Hampir 1 Persen, Berikut Penyebabnya
Minggu, 23 Maret 2025 - 12:00 WIB
"Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.470 per USD. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,08 persen. Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 103,85. Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke 4,237 persen," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya.
BI melaporkan selama periode 17-20 Maret 2025, investor asing melakukan jual neto mencapai Rp4,25 triliun. Rinciannya, terjadi jual neto Rp4,78 triliun di pasar saham dan Rp0,67 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara di pasar SBN masih tercatat beli neto sebesar Rp1,20 triliun. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 hingga 20 Maret, investor asing mencatatkan jual neto Rp28,10 triliun di pasar saham.
Sementara itu, investor asing mencatatkan beli neto Rp23,87 triliun di pasar SBN danRp 8,58 triliun di SRBI. Hal itu mencerminkan preferensi terhadap instrumen pendapatan tetap di tengah ketidakpastian pasar saham.
Selain itu, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun naik menjadi 88,51 basis poin (bps) pada 20 Maret 2025, dibandingkan 81,20 bps pada 14 Maret 2025. Peningkatan ini mencerminkan persepsi risiko terhadap pasar keuangan domestik yang cenderung meningkat.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik
BI melaporkan selama periode 17-20 Maret 2025, investor asing melakukan jual neto mencapai Rp4,25 triliun. Rinciannya, terjadi jual neto Rp4,78 triliun di pasar saham dan Rp0,67 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sementara di pasar SBN masih tercatat beli neto sebesar Rp1,20 triliun. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025 hingga 20 Maret, investor asing mencatatkan jual neto Rp28,10 triliun di pasar saham.
Sementara itu, investor asing mencatatkan beli neto Rp23,87 triliun di pasar SBN danRp 8,58 triliun di SRBI. Hal itu mencerminkan preferensi terhadap instrumen pendapatan tetap di tengah ketidakpastian pasar saham.
Selain itu, premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun naik menjadi 88,51 basis poin (bps) pada 20 Maret 2025, dibandingkan 81,20 bps pada 14 Maret 2025. Peningkatan ini mencerminkan persepsi risiko terhadap pasar keuangan domestik yang cenderung meningkat.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Gumpalan Air Raksasa yang Hilang di Tengah Atlantik
Lihat Juga :