Tanaman Hias yang Mengubah Hidup Sueb di Tajurhalang Bogor
Jum'at, 28 Maret 2025 - 21:11 WIB
Sueb nasabah Bank BRI yang merupakan pelaku usaha tanaman hias di Tajurhalang, Bogor, memperlihatkan koleksi tanaman di lahan seluas 7 ribu meter miliknya. Foto: SINDOnews/Susanto
BOGOR - Di hamparan lahan seluas 7.000 meter persegi di Tajurhalang, Bogor, Pak Sueb menata berbagai jenis tanaman hias yang menjadi sumber nafkahnya selama lebih dari dua dekade. Mulai dari pohon pelindung seperti Ketapang Kencana dan Palem, hingga tanaman taman seperti Bougenvil dan Semar, usaha ini telah menghidupi keluarganya dan delapan karyawan. Namun, perjalanan bisnisnya tak melulu mulus. Berkat kegigihan dan dukungan dari BRI melalui program Klasterku Hidupku, kini usahanya semakin berkembang.
Sejak tahun 2002, Pak Sueb memutuskan beralih dari bisnis konstruksi ke usaha tanaman hias. Keberanian untuk keluar dari kebiasaan dalam keluarga yang secara turun temurun berkecimpung di dunia bangunan telah menuntun Sueb pada peluang baruyakni berkebun.
“Awalnya keluarga saya berkecimpung di dunia bangunan, ada yang bikin kusen. Saya juga sempat kerja di bangunan, tapi saya beranikan gadai motor Supra untuk modal usaha tanaman,” kenangnya.
Awal merintis, ia sempat berjualan di Arco dan Ragunan, Jakarta, sebelum akhirnya menetap di Tajurhalang pada 2013 agar lebih dekat dengan rumah. Berbeda dengan generasi sekarang yang bisa dengan mudah mencari informasi di internet, Pak Sueb belajar secara otodidak.
Sejak tahun 2002, Pak Sueb memutuskan beralih dari bisnis konstruksi ke usaha tanaman hias. Keberanian untuk keluar dari kebiasaan dalam keluarga yang secara turun temurun berkecimpung di dunia bangunan telah menuntun Sueb pada peluang baruyakni berkebun.
“Awalnya keluarga saya berkecimpung di dunia bangunan, ada yang bikin kusen. Saya juga sempat kerja di bangunan, tapi saya beranikan gadai motor Supra untuk modal usaha tanaman,” kenangnya.
Awal merintis, ia sempat berjualan di Arco dan Ragunan, Jakarta, sebelum akhirnya menetap di Tajurhalang pada 2013 agar lebih dekat dengan rumah. Berbeda dengan generasi sekarang yang bisa dengan mudah mencari informasi di internet, Pak Sueb belajar secara otodidak.
Lihat Juga :