Menkeu AS Peringatkan Jangan Ada Aksi Balasan Tarif Trump: Duduk Diam dan Terima Saja
Minggu, 06 April 2025 - 04:09 WIB
AS akan memberlakukan tarif dasar 10% pada semua impor mulai 5 April 2025. Sedangkan tarif timbal balik akan berlaku pada 9 April. Selanjutnya tarif 25% yang ditujukan untuk mobil dan truk mulai berlaku pada 3 April, dengan tarif yang sama pada suku cadang mobil akan menyusul pada 3 Mei.
Negara-negara yang ditargetkan dengan tarif timbal balik termasuk China (34%), India (26%), Jepang (24%), Korea Selatan (25%) dan Afrika Selatan (30%). Trump juga memberlakukan bea masuk 20% pada barang-barang asal Uni Eropa, dimana Ia menyebut anggota blok itu sebagai "pedagang yang sangat tangguh."
Para pemimpin dunia mengutuk perubahan besar tarif impor AS. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen pada hari Kamis menyebutnya, sebagai "pukulan besar bagi ekonomi dunia."
"Konsekuensinya akan mengerikan bagi jutaan orang di seluruh dunia," katanya.
Presiden Komisi Eropa juga menambahkan, bahwa Uni Eropa untuk sementara siap untuk bernegosiasi, namun Uni Eropa juga siap untuk merespons dengan aksi balasan.
Selain itu Kanselir Jerman. Olaf Scholz menggemakan kritik dengan menyebut keputusan Trump "pada dasarnya salah" dan hal itu dinilai sebagai "serangan terhadap sistem perdagangan."
Negara-negara yang ditargetkan dengan tarif timbal balik termasuk China (34%), India (26%), Jepang (24%), Korea Selatan (25%) dan Afrika Selatan (30%). Trump juga memberlakukan bea masuk 20% pada barang-barang asal Uni Eropa, dimana Ia menyebut anggota blok itu sebagai "pedagang yang sangat tangguh."
Para pemimpin dunia mengutuk perubahan besar tarif impor AS. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen pada hari Kamis menyebutnya, sebagai "pukulan besar bagi ekonomi dunia."
"Konsekuensinya akan mengerikan bagi jutaan orang di seluruh dunia," katanya.
Presiden Komisi Eropa juga menambahkan, bahwa Uni Eropa untuk sementara siap untuk bernegosiasi, namun Uni Eropa juga siap untuk merespons dengan aksi balasan.
Selain itu Kanselir Jerman. Olaf Scholz menggemakan kritik dengan menyebut keputusan Trump "pada dasarnya salah" dan hal itu dinilai sebagai "serangan terhadap sistem perdagangan."
Lihat Juga :