PM Jepang: Tarif Trump Berpotensi Ganggu Tatanan Ekonomi Global
Senin, 14 April 2025 - 12:55 WIB
Ishiba juga mengatakan pemerintah tidak berpikir untuk mengeluarkan anggaran tambahan sekarang, tetapi siap bertindak tepat waktu untuk meredam pukulan ekonomi dari tarif AS. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang dimulainya perundingan perdagangan bilateral pada hari Kamis yang diharapkan akan mencakup berbagai tema mulai dari tarif dan hambatan nontarif hingga nilai tukar.
Baca Juga: Barang Elektronik Tak Akan Bebas dari Tarif Impor Trump, Ini Alasannya
Dalam pertikaian terbaru mengenai pengumuman tarif, Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan mengumumkan tarif impor semikonduktor pada minggu depan. Hal itu kembali menambah ketidakpastian di pasar karena sebelumnya Trump mengecualikan sejumlah barang elektronik dari kebijakan tarifnya.
Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa, negosiator utama Jepang dalam perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat, mengatakan setiap pembahasan mengenai nilai tukar mata uang akan dilakukan antara Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
"Kedua negara memiliki pandangan yang sama bahwa volatilitas pasar yang berlebihan akan berdampak buruk pada perekonomian," kata Kato dalam sidang parlemen yang sama.
Baca Juga: Barang Elektronik Tak Akan Bebas dari Tarif Impor Trump, Ini Alasannya
Dalam pertikaian terbaru mengenai pengumuman tarif, Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan mengumumkan tarif impor semikonduktor pada minggu depan. Hal itu kembali menambah ketidakpastian di pasar karena sebelumnya Trump mengecualikan sejumlah barang elektronik dari kebijakan tarifnya.
Menteri Ekonomi Ryosei Akazawa, negosiator utama Jepang dalam perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat, mengatakan setiap pembahasan mengenai nilai tukar mata uang akan dilakukan antara Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
"Kedua negara memiliki pandangan yang sama bahwa volatilitas pasar yang berlebihan akan berdampak buruk pada perekonomian," kata Kato dalam sidang parlemen yang sama.
(fjo)
Lihat Juga :