Tinggal Kenangan, Ini Alasan Tupperware Tutup di Indonesia Setelah 33 Tahun Beroperasi
Senin, 14 April 2025 - 16:38 WIB
Penurunan penjualan secara global, ditambah tekanan dari kompetitor yang menawarkan produk sejenis dengan harga lebih terjangkau, membuat perusahaan ini semakin tersisih di pasar. Kondisi semakin rumit karena Tupperware gagal menarik perhatian konsumen dari generasi muda.
Produk-produk yang dahulu dianggap inovatif kini dipandang usang oleh generasi milenial dan Gen Z, yang lebih memilih peralatan rumah tangga yang bergaya modern, multifungsi, dan bernilai estetika tinggi.
Tupperware berakar dari inovasi Earl Silas Tupper pada 1938, yang mendirikan perusahaan plastik. Produk perdana seperti Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler yang diluncurkan pada 1946 mendapatkan tempat di hati masyarakat berkat kualitas dan desainnya yang unggul.
Produk-produk Tupperware terkenal karena ketahanannya, ramah lingkungan, serta aman bagi kesehatan. Mereka juga telah lolos uji dan sertifikasi dari lembaga internasional seperti FDA (Amerika), EFSA (Eropa), dan FS (Standar Keamanan Pangan Global).
Salah satu strategi pemasaran yang tak terlupakan adalah "Tupperware Party", yang diperkenalkan oleh Brownie Wise di Amerika. Konsep penjualan ini mengajak konsumen untuk mencoba dan mengenal produk melalui pertemuan santai di rumah.
Di Indonesia, pendekatan ini mirip arisan, menjadikannya akrab dan efektif untuk menjangkau ibu-ibu rumah tangga. Tak hanya itu, Tupperware juga dikenal sebagai salah satu pelopor dalam sistem Multi Level Marketing (MLM) di Indonesia.
Produk-produk yang dahulu dianggap inovatif kini dipandang usang oleh generasi milenial dan Gen Z, yang lebih memilih peralatan rumah tangga yang bergaya modern, multifungsi, dan bernilai estetika tinggi.
Tupperware berakar dari inovasi Earl Silas Tupper pada 1938, yang mendirikan perusahaan plastik. Produk perdana seperti Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler yang diluncurkan pada 1946 mendapatkan tempat di hati masyarakat berkat kualitas dan desainnya yang unggul.
Produk-produk Tupperware terkenal karena ketahanannya, ramah lingkungan, serta aman bagi kesehatan. Mereka juga telah lolos uji dan sertifikasi dari lembaga internasional seperti FDA (Amerika), EFSA (Eropa), dan FS (Standar Keamanan Pangan Global).
Salah satu strategi pemasaran yang tak terlupakan adalah "Tupperware Party", yang diperkenalkan oleh Brownie Wise di Amerika. Konsep penjualan ini mengajak konsumen untuk mencoba dan mengenal produk melalui pertemuan santai di rumah.
Di Indonesia, pendekatan ini mirip arisan, menjadikannya akrab dan efektif untuk menjangkau ibu-ibu rumah tangga. Tak hanya itu, Tupperware juga dikenal sebagai salah satu pelopor dalam sistem Multi Level Marketing (MLM) di Indonesia.
Lihat Juga :