Harvard Tak Mau Tunduk Ancaman Trump, Dana Hibah Rp37 Triliun Dicabut

Selasa, 15 April 2025 - 20:29 WIB
"Tidak ada pemerintah dari partai mana pun, yang berhak mengatur apa yang boleh diajarkan universitas swasta, siapa yang boleh mereka terima dan pekerjakan, serta bidang studi yang boleh mereka teliti,” tegas Garber dalam surat terbukanya dilansir dari Reuters, Selasa (15/4/2025).

Menanggapi pernyataan tersebut, Departemen Pendidikan menyebut bahwa sikap Harvard menunjukkan pola pikir penuh hak istimewa (entitlement) yang sudah mengakar di universitas-universitas elit, dan bahwa dana federal harus disertai tanggung jawab untuk menegakkan hukum hak-hak sipil.

Baca Juga: Kepala Pentagon: China Dapat Tenggelamkan Seluruh Kapal Induk AS dalam 20 Menit

Isu antisemitisme kembali menjadi sorotan setelah gelombang demonstrasi mahasiswa pro-Palestina pecah tahun lalu, menyusul konflik bersenjata antara Hamas dan Israel yang memicu serangan Israel ke Jalur Gaza pada 2023.

Sementara, Juru Bicara Gedung Putih, Harrison Fields, mengatakan bahwa Presiden Trump berkomitmen untuk "Membuat Pendidikan Tinggi Lebih Hebat Lagi" dengan menghentikan antisemitisme dan memastikan dana dari pembayar pajak tidak digunakan untuk mendukung diskriminasi atau kekerasan yang bermotif rasial di institusi pendidikan seperti Harvard.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!