Menguat Tipis, Rupiah Ditutup ke Rp16.833 per Dolar AS Sore Ini

Kamis, 17 April 2025 - 16:00 WIB
Rilis data produksi industri China melonjak 7,7% pada Maret, melampaui ekspektasi, karena produsen lokal meningkatkan ekspor menjelang tarif AS yang tinggi pada tanggal 2 April yang diberlakukan oleh Presiden Trump. Penjualan ritel juga naik 5,9% dibantu oleh langkah-langkah stimulus Beijing yang menargetkan konsumsi.

Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2025 menurun menjadi sebesar USD427,2 miliar dibandingkan dengan posisi ULN pada Januari 2025 yang sebesar USD427,9 miliar.

Baca Juga: Gara-gara Tarif Trump, Rupiah Ambruk Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 4,7% year on year (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan 5,3% pada Januari 2025. Perkembangan tersebut berasal dari perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.780 - Rp16.840 per dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!