Raih Pendapatan Tertinggi, Waskita Karya Optimistis di Tengah Pandemi

Minggu, 06 September 2020 - 09:15 WIB
Meskipun meraih pendapatan usaha tertinggi dan juga EBITDA positif, Waskita juga mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,1 Triliun. Taufik menjelaskan bahwa kerugian tersebut lebih disebabkan beban bunga investasi jalan tol yang besar.

"Siklus bisnis jalan tol itu memang di awal masa operasi akan mencatatkan loss (rugi), karena lalu lintas harian rata-ratanya (LHR) masih rendah dan bunga pinjaman mulai dibebankan. Selain upaya peningkatan realisasi LHR, strategi divestasi ruas tol yang sudah beroperasi kepada investor merupakan upaya yang sedang dilakukan agar beban keuangan menurun", sambung Taufik.

Seperti diketahui, Waskita memegang kepemilikan atas 16 ruas jalan tol dengan total investasi Rp150 triliun. Saat ini dalam proses divestasi beberapa ruas tol kepada investor, antara lain ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Cibitung-Cilincing, serta ruas Trans Jawa yaitu Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang. ( Baca juga:Sebut Good Looking-Hafiz Sebar Radikalisme, Menag Dinilai Sesat Nalar )

Pada 31 Agustus 2020, anak perusahaan Waskita Karya di bidang jalan tol, yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) telah melakukan penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) untuk pelepasan 30% kepemilikan pada ruas Bekasi-Cawang -Kampung Melayu dengan nilai transaksi sebesar Rp550 miliar.

"Kami targetkan finalisasi transaksi di September atau Oktober tahun ini," ujar Taufik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!