Putin Kena Imbas Perang Dagang, Seret Minyak Rusia ke Jalur Neraka
Senin, 21 April 2025 - 10:12 WIB
Industri minyak memompa lebih dari sekedar bahan bakar. Industri ini juga mengangkat sektor-sektor lain. Ketika minyak sedang bagus, pabrik-pabrik baja berkembang, lokasi konstruksi berkembang pesat, dan seluruh kota tetap bertahan. Namun, ketika minyak turun semua yang terkait dengannya juga turun.
Baca Juga: Pakar Ungkap Mengapa Putin Inginkan Pangkalan di Indonesia, Ada Kaitannya dengan AS
Reaksi berantai itulah yang oleh para ekonom disebut sebagai efek berganda. Dilansir dari Cryptopolitan, Tim Trump mengetahui bahwa minyak adalah titik lemah Rusia. Pemerintahannya mengisyaratkan sejak awal bahwa mereka akan menekan produksi AS dan Saudi untuk menurunkan harga.
Utusan Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg mengatakan apabila minyak jatuh ke USD45 per barel dapat mendorong Putin untuk menghentikan perang. Saat Trump akhirnya merilis daftar tarif global barunya, Rusia bahkan tidak ada di dalamnya, namun itu bukanlah hadiah.
Baca Juga: Pakar Ungkap Mengapa Putin Inginkan Pangkalan di Indonesia, Ada Kaitannya dengan AS
Reaksi berantai itulah yang oleh para ekonom disebut sebagai efek berganda. Dilansir dari Cryptopolitan, Tim Trump mengetahui bahwa minyak adalah titik lemah Rusia. Pemerintahannya mengisyaratkan sejak awal bahwa mereka akan menekan produksi AS dan Saudi untuk menurunkan harga.
Utusan Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg mengatakan apabila minyak jatuh ke USD45 per barel dapat mendorong Putin untuk menghentikan perang. Saat Trump akhirnya merilis daftar tarif global barunya, Rusia bahkan tidak ada di dalamnya, namun itu bukanlah hadiah.
(nng)
Lihat Juga :