China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
Senin, 21 April 2025 - 16:48 WIB
Tarif antara AS dan China telah mencapai 145% pada ekspor China ke AS dan 125% pada ekspor AS ke China. Tarif Trump terhadap China adalah tarif global tertinggi yang dia umumkan untuk semua mitra dagang AS sebagai bagian dari apa yang disebut kampanye "hari pembebasan" untuk membuat hubungan perdagangan lebih menguntungkan AS dan membawa lebih banyak manufaktur ke tanah AS.
Bulan ini, ketika AS tampaknya bakal tenggelam dalam resesi, Trump mengumumkan jeda 90 hari dari kebijakan tarif tertinggi terbaru, meski tetap menerapkan tarif minimum semua negara menjadi 10% – kecuali China.
Negosiasi
Beberapa negara memilih melakukan negosiasi dengan AS untuk menurunkan atau menghapus tarif sebelum tenggat waktu 90 hari. Laporan terakhir diklaim menunjukkan bahwa tim Trump bermaksud menggunakan negosiasi tersebut untuk perang dagang dengan China.
The Wall Street Journal dan Bloomberg keduanya mengutip pejabat AS yang mengatakan, AS sedang bersiap untuk menekan negara-negara tersebut untuk mengekang perdagangan mereka sendiri dengan China atau menjatuhkan sanksi moneter.
"Jika situasi seperti itu terjadi, China tidak akan pernah menerimanya dan akan dengan tegas mengambil tindakan balasan timbal balik," kata kementerian perdagangan China.
Menanggapi laporan itu, Menteri Keuangan atau Menkeu Inggris, Rachel Reeves menolak, gagasan bahwa Inggris akan melepaskan diri secara ekonomi dari China.
"Yah, China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia, dan saya pikir, sangat bodoh untuk tidak terlibat," kata Reeves kepada Telegraph.
Bulan ini, ketika AS tampaknya bakal tenggelam dalam resesi, Trump mengumumkan jeda 90 hari dari kebijakan tarif tertinggi terbaru, meski tetap menerapkan tarif minimum semua negara menjadi 10% – kecuali China.
Negosiasi
Beberapa negara memilih melakukan negosiasi dengan AS untuk menurunkan atau menghapus tarif sebelum tenggat waktu 90 hari. Laporan terakhir diklaim menunjukkan bahwa tim Trump bermaksud menggunakan negosiasi tersebut untuk perang dagang dengan China.
The Wall Street Journal dan Bloomberg keduanya mengutip pejabat AS yang mengatakan, AS sedang bersiap untuk menekan negara-negara tersebut untuk mengekang perdagangan mereka sendiri dengan China atau menjatuhkan sanksi moneter.
"Jika situasi seperti itu terjadi, China tidak akan pernah menerimanya dan akan dengan tegas mengambil tindakan balasan timbal balik," kata kementerian perdagangan China.
Menanggapi laporan itu, Menteri Keuangan atau Menkeu Inggris, Rachel Reeves menolak, gagasan bahwa Inggris akan melepaskan diri secara ekonomi dari China.
"Yah, China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia, dan saya pikir, sangat bodoh untuk tidak terlibat," kata Reeves kepada Telegraph.
Lihat Juga :