China Tiba-tiba Ngamuk, Beri Peringatan Keras ke 3 Negara Asia Ini
Selasa, 22 April 2025 - 08:13 WIB
"Tarif AS terhadap negara-negara lain adalah penindasan ekonomi," ujar kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikaitkan dengan juru bicara yang tidak disebutkan namanya.
"Pengekangan tidak dapat membawa perdamaian, dan kompromi tidak dapat memenangkan rasa hormat," tambahnya. "Untuk kepentingan egois sementara seseorang, mengorbankan kepentingan orang lain dengan imbalan apa yang disebut pengecualian adalah seperti mencari kulit harimau. Pada akhirnya hanya akan gagal di kedua sisi dan merugikan orang lain tanpa menguntungkan diri mereka sendiri."
Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
China mengatakan bahwa mereka terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Washington, tetapi belum ada kemajuan yang berarti. Trump menjadikan China sebagai target tarifnya yang paling tinggi dengan memberlakukan beberapa putaran tarif dengan total bea masuk 145% untuk impor China.
Beijing telah membalas dengan tarif 125% pada impor AS. Tarif tersebut telah membuat para eksportir takut dan pengiriman terhenti, sekaligus mengancam akan menyeret ekonomi global.
"Pengekangan tidak dapat membawa perdamaian, dan kompromi tidak dapat memenangkan rasa hormat," tambahnya. "Untuk kepentingan egois sementara seseorang, mengorbankan kepentingan orang lain dengan imbalan apa yang disebut pengecualian adalah seperti mencari kulit harimau. Pada akhirnya hanya akan gagal di kedua sisi dan merugikan orang lain tanpa menguntungkan diri mereka sendiri."
Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
China mengatakan bahwa mereka terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Washington, tetapi belum ada kemajuan yang berarti. Trump menjadikan China sebagai target tarifnya yang paling tinggi dengan memberlakukan beberapa putaran tarif dengan total bea masuk 145% untuk impor China.
Beijing telah membalas dengan tarif 125% pada impor AS. Tarif tersebut telah membuat para eksportir takut dan pengiriman terhenti, sekaligus mengancam akan menyeret ekonomi global.
(nng)
Lihat Juga :