BUMN hingga TNI-Polri Bangun Gudang Penyimpanan Beras, Prabowo Siapkan Biaya Khusus
Rabu, 23 April 2025 - 17:39 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto menginstruksikan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga TNI-Polri agar membangun gudang penyimpanan beras. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menginstruksikan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga TNI-Polri membangun gudang penyimpanan beras dari para petani.Berdasarkan laporan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Prabowo menerangkan, produksi beras nasional meningkat dalam 3-4 bulan terakhir.
“Saya telah minta semua unsur, BUMN, TNI-Polri untuk turun tangan dan saya siapkan biaya khusus untuk bangun gudang-gudang improvisasi, gudang-gudang sementara yang tidak mahal,” kata Prabowo saat hadir dalam kegiatan peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: Impor Beras RI Sepanjang 2024 Naik Jadi 3,85 Juta Ton, Nilainya Tembus Rp37,6 Triliun
“Sekarang masalahnya adalah kita perlu gudang yang cukup karena produksinya melimpah. Kita cari solusi jangka pendek dan nanti solusi jangka menengah dan solusi jangka panjang,” ujar dia.
Dia menegaskan, setiap hasil dari para petani tidak boleh dibiarkan, harus bisa dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lonjakan signifikan dalam produksi beras nasional pada periode Januari-Maret 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras diperkirakan mencapai 8,67 juta ton, meningkat tajam sebesar 52,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,69 juta ton.
“Saya telah minta semua unsur, BUMN, TNI-Polri untuk turun tangan dan saya siapkan biaya khusus untuk bangun gudang-gudang improvisasi, gudang-gudang sementara yang tidak mahal,” kata Prabowo saat hadir dalam kegiatan peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025).
Baca Juga: Impor Beras RI Sepanjang 2024 Naik Jadi 3,85 Juta Ton, Nilainya Tembus Rp37,6 Triliun
“Sekarang masalahnya adalah kita perlu gudang yang cukup karena produksinya melimpah. Kita cari solusi jangka pendek dan nanti solusi jangka menengah dan solusi jangka panjang,” ujar dia.
Dia menegaskan, setiap hasil dari para petani tidak boleh dibiarkan, harus bisa dijaga dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lonjakan signifikan dalam produksi beras nasional pada periode Januari-Maret 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras diperkirakan mencapai 8,67 juta ton, meningkat tajam sebesar 52,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,69 juta ton.
Lihat Juga :