Lawan Tarif Trump, Kemendag Siapkan 21 Perjanjian Dagang Baru dengan Berbagai Negara
Jum'at, 25 April 2025 - 21:24 WIB
"Kita memiliki 21 perjanjian dagang dengan negara-negara, dan terdapat 16 perjanjian yang sedang dalam tahap negosiasi. Kita sebetulnya sudah cukup lama, bagaimana perluas pasar internasional, juga meratifikasi perdagangan kita," kata Wamen Roro.
"Mengingat kita adalah negara non blok, tentu kita harus menjaga relasi, baik dengan Amerika dan China. Ini tentu penuh tantangan. Kita punya China, yang merupakan salah satu mitra dagang terbesar," tambahnya.
Lebih lanjut, Wamen Roro merinci beberapa perjanjian dagang baru yang saat ini tengah dikerjakan oleh Pemerintah. Misalnya, kerjasama dagang antara Indonesia - Kanada yang akan membuka akses pasar untuk 41,2 juta populasi.
Beberapa produk unggulan yang bisa dikirim ke pasar tersebut seperti produk dengan sertifikat halal, hingga makanan laut dan produk pertanian.
Selain itu perjanjian perdagangan antara Indonesia - Peru. Kerja sama perdagangan ini dinilai mampu menjadi pintu ekspor ke wilayah Latin Amerika. Produk yang dibutuhkan meliputi kelapa sawit, karet, farmasi, makanan olahan, tekstil, hingga fashion.
"Indonesia - Peru CEPA, telah di umumkan kepada negara Peru dan pak Prabowo, bahwa secara substansi sudah selesai, dan untuk finalisasi mudah-mudahan tahun ini kita tandatangani," kata Roro.
"Mengingat kita adalah negara non blok, tentu kita harus menjaga relasi, baik dengan Amerika dan China. Ini tentu penuh tantangan. Kita punya China, yang merupakan salah satu mitra dagang terbesar," tambahnya.
Lebih lanjut, Wamen Roro merinci beberapa perjanjian dagang baru yang saat ini tengah dikerjakan oleh Pemerintah. Misalnya, kerjasama dagang antara Indonesia - Kanada yang akan membuka akses pasar untuk 41,2 juta populasi.
Beberapa produk unggulan yang bisa dikirim ke pasar tersebut seperti produk dengan sertifikat halal, hingga makanan laut dan produk pertanian.
Selain itu perjanjian perdagangan antara Indonesia - Peru. Kerja sama perdagangan ini dinilai mampu menjadi pintu ekspor ke wilayah Latin Amerika. Produk yang dibutuhkan meliputi kelapa sawit, karet, farmasi, makanan olahan, tekstil, hingga fashion.
"Indonesia - Peru CEPA, telah di umumkan kepada negara Peru dan pak Prabowo, bahwa secara substansi sudah selesai, dan untuk finalisasi mudah-mudahan tahun ini kita tandatangani," kata Roro.
Lihat Juga :