Optimalkan Potensi KEK Mandalika dengan Membangun Ekosistem Pariwisata Hijau

Senin, 28 April 2025 - 17:31 WIB
Pelatihan dan Lokakarya: Memberdayakan masyarakat, termasuk perajin, tukang kayu, dan para penjahit untuk memproduksi souvenir dan produk bernilai lainnya dari limbah. Dengan dukungan alat dan pendampingan yang tepat, hal ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat lokal.

Membuka Akses Pasar: Membangun sinergi dengan para mitra seperti hotel, restoran, dan pertokoan, untuk memperluas akses pasar produk lokal berbasis keberlanjutan. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian terutama di sektor pariwisata.

Perwakilan Konsorsium Lombok Eco Kriya, Joshua Christopher Chandra menjelaskan, dengan pendekatan Community-Based Business, masyarakat dibekali dengan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi daerah.

"Target kami, 80% peserta pelatihan mampu menciptakan produk bernilai ekonomi, dan jumlah masyarakat yang terlibat dalam aktivitas bisnis bisa meningkat 25%, sehingga dapat berkontribusi pada roda perekonomian daerah. Harapannya, Lombok Eco Kriya dapat menjadi ekosistem pariwisata hijau pertama di Pulau Lombok dengan melibatkan minimal 10 institusi di sektor pariwisata," ujar Joshua.

Ekosistem pariwisata hijau bukan hanya soal menjaga alam, tetapi soal mengangkat peran masyarakat lokal sebagai jantung rantai nilai pariwisata. Baca Juga: Impact Investment Day Mendorong Inisiatif Keberlanjutan

“Dengan terbukanya peluang lewat Lombok Eco Kriya, kami mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif mendukung inovasi ini. Ini adalah ruang kolaborasi, ruang belajar, dan ruang uji coba. Bukan untuk GIF atau konsorsium, tapi untuk masyarakat Lombok, untuk Indonesia. Sudah saatnya kita Berani untuk Berdaya, terbebas dari cara penyelesaian lama sehingga mampu untuk berkreasi dan maju bersama,” tutup Monica.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!