Gagas Ekowisata Mangrove, PLN EPI Kembangkan Ekonomi Kerakyatan di Desa Bunton Cilacap

Rabu, 07 Mei 2025 - 11:58 WIB
PLN EPI melaksanakan program Pelatihan Pemeliharaan Rumah Bibit dan Perawatan Area Konservasi Mangrove di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. FOTO/Mohammad Faizal
CILACAP - PT PLN Energi Primer (PLN EPI) melaksanakan program "Pelatihan Pemeliharaan Rumah Bibit dan Perawatan Area Konservasi Mangrove" di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial PLN EPI yang ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan melalui ekowisata mangrove.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN EPI Dita Artsana mengatakan, program tersebut digelar setelah dilaksanakannya social mapping di Desa Bunton. Dari hasil social mapping tersebut, kata dia, didapati bahwa Desa Bunton rentan terhadap abrasi dan perubahan iklim. Karena itu, penanaman mangrove dinilai bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Di sisi lain, lanjut dia, ada potensi besar yang bisa dikembangkan dari kegiatan tersebut, berupa ekowisata mangrove.



"Ada 17 program yang akan dikembangkan dengan fokus antara lain pada UMKM, pendidikan dan pelatihan, bank sampah, serta pengembangan ekowisata, " paparnya di acara peresmian program pelatihan pemeliharaan rumah bibit di Desa Bunton, Cilacap, Rabu (7/5).

Baca Juga: PLN EPI Gelar Program EPI Green2Gether di Menteng Dalam

Dita mengatakan, melalui pelatihan ini masyarakat diharapkan memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut. Tak hanya pembibitan, ke depan juga akan dilakukan kegiatan pelatihan eco print dengan memanfaatkan daun mangrove sebagai bahan pewarna organik, yang diharapkan dapat menjadi kegiatan usaha yang bisa menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat.

"Kita harapkan dalam 3 tahun ke depan selama program ini berjalan, masyarakat Desa Bunton dapat mandiri dan lebih berdaya secara ekonomi, " ujar Dita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!