Respons Kondisi Ekonomi RI Terkini, Luhut Sebut Wajar Melambat di Masa Transisi

Rabu, 07 Mei 2025 - 22:06 WIB
Ekonomi Indonesia kuartal I 2025 hanya tumbuh 4,87%, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pola seperti ini bukan hal baru. Foto/Dok
JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan merespons, kondisi ekonomi Indonesia terkini yang pada kuartal I 2025 hanya tumbuh 4,87%. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia memang sedikit lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Semua perlu tahu bahwa pola seperti ini bukan hal baru. Karena pada masa transisi pemerintahan 2014, kuartal pertama dan kedua juga tumbuh di bawah 5%. Artinya, dalam masa penyesuaian seperti ini, perlambatan bisa terjadi," ungkap Luhut.



Lewat media sosial resmi miliknya, Luhut mengutarakan, salah satu faktor utama perlambatan saat ini adalah kontraksi konsumsi pemerintah. Karena itu, percepatan belanja negara menjadi kunci. Program Makan Bergizi (MBG) menjadi salah satu motor penting untuk mengakselerasi belanja negara.

Baca Juga: Waspada Perlambatan, S&P Global Ratings Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,6% di 2025

Ia menyakini dampak nyata dari MBG akan tercipta, salah satunya yaitu menghidupkan simpul ekonomi desa, petani sayur, peternak ayam, penjual telur, hingga pelaku UMKM lokal.

"Saya menyadari ada hal-hal lain yang tetap perlu kita waspadai misalnya perlambatan konsumsi rumah tangga, investasi yang belum pulih optimal, tekanan ekspor akibat kondisi global, dan pertumbuhan wilayah yang belum merata. Ini semua mengingatkan kita: pemerataan dan percepatan harus dijalankan secara simultan," bebernya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!