Pakistan Jatuhkan Rafale India, Saham Produsen Jet Tempur J-10 China Melonjak

Kamis, 08 Mei 2025 - 15:17 WIB
Sebaliknya, saham Dassault Aviation Prancis - pembuat jet tempur Rafale - anjlok di Bursa Efek Paris. Saham perusahaan tersebut telah turun sebesar 5,40 euro, atau 1,64%, menjadi 324 euro. Secara keseluruhan, analis pertahanan mencatat saham Dassault dapat turun lebih jauh sebesar 5% di tengah pengawasan ketat atas kinerja Rafale di medan perang.

Kontras tajam dalam sentimen investor dapat menjadi tanda kepercayaan pasar global terhadap kemampuan PAF dan kinerja jet JF-17 dan J-10C, yang dikembangkan bekerja sama dengan China. Perkembangan ini juga memicu perdebatan tentang kesiapan tempur dan keandalan armada Rafale India.

Mengutip Global Defense Analysis, baik Rafale dan J-10C adalah jet tempur generasi keempat berkemampuan tinggi yang dirancang untuk unggul dalam berbagai misi, termasuk superioritas udara, serangan darat, dan pengintaian. Jet tempur Rafale dan J-10C memiliki keunggulan tersendiri dalam hal performa.

Rafale memiliki bobot lepas landas maksimum yang lebih tinggi, sehingga memungkinkannya membawa lebih banyak bahan bakar dan senjata, sehingga menghasilkan jangkauan tempur yang lebih jauh. Rafale juga memiliki daya jelajah yang lebih tinggi, yang mengacu pada ketinggian maksimum yang dapat dicapainya, sehingga lebih mampu di lingkungan dataran tinggi. Selain itu, mesin Rafale lebih bertenaga, sehingga memberikan akselerasi dan kecepatan pendakian yang lebih baik.

Baca Juga: Perbandingan Ekonomi India dengan Pakistan: Bak Langit dan Bumi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!