Perang Tarif 2 Ekonomi Besar Belum Cair, Banyak Perusahaan China Masuk Pembatasan Ekspor AS
Sabtu, 17 Mei 2025 - 17:56 WIB
Kementerian Perdagangan AS (Amerika Serikat) sedang mempertimbangkan untuk menempatkan lebih banyak perusahaan China, masuk ke dalam daftar ekspor terbatas. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Perdagangan AS (Amerika Serikat) sedang mempertimbangkan untuk menempatkan lebih banyak perusahaan China , termasuk ChangXin Memory (CXMT) ke dalam daftar ekspor terbatas. Hal ini diungkapkan oleh sumber terkait seperti dilansir Reuters.
Biro Industri dan Keamanan juga sedang mempertimbangkan untuk menambahkan anak perusahaan dari Semiconductor Manufacturing International Corporation dan Yangtze Memory Technologies Co. ke dalam "Daftar Entitas" pembatasan ekspor.
Kabar tersebut menyisakan pertanyaan, sampai sejauh mana kesepakatan tarif antara AS dan China yang belum lama ini diteken. Perang dagang AS dan China memasuki babak baru, ketika kedua negara sepakat melonggarkan tarif impor secara drastis selama 90 hari sebagai hasil negosiasi akhir pekan lalu di Jenewa, Swiss.
Baca Juga: Trump Tutup Pintu Negosiasi Tarif dengan 150 Negara, Bagaimana Nasib Indonesia?
Kesepakatan ini terungkap dalam pernyataan bersama pada Senin, 12 Mei 2025. Dimana AS bakal memangkas tarif produk China dari 145% menjadi 30%. Sementara China menurunkan tarif produk AS dari 125% menjadi 10%.
Menurut Financial Times, kesepakatan perdagangan baru-baru ini antara AS dan China menjadi lebih rumit. Pasalnya ada banyak perusahaan China yang masuk dalam daftar pembatasan ekspor.
Biro Industri dan Keamanan juga sedang mempertimbangkan untuk menambahkan anak perusahaan dari Semiconductor Manufacturing International Corporation dan Yangtze Memory Technologies Co. ke dalam "Daftar Entitas" pembatasan ekspor.
Kabar tersebut menyisakan pertanyaan, sampai sejauh mana kesepakatan tarif antara AS dan China yang belum lama ini diteken. Perang dagang AS dan China memasuki babak baru, ketika kedua negara sepakat melonggarkan tarif impor secara drastis selama 90 hari sebagai hasil negosiasi akhir pekan lalu di Jenewa, Swiss.
Baca Juga: Trump Tutup Pintu Negosiasi Tarif dengan 150 Negara, Bagaimana Nasib Indonesia?
Kesepakatan ini terungkap dalam pernyataan bersama pada Senin, 12 Mei 2025. Dimana AS bakal memangkas tarif produk China dari 145% menjadi 30%. Sementara China menurunkan tarif produk AS dari 125% menjadi 10%.
Menurut Financial Times, kesepakatan perdagangan baru-baru ini antara AS dan China menjadi lebih rumit. Pasalnya ada banyak perusahaan China yang masuk dalam daftar pembatasan ekspor.
Lihat Juga :