Buka Motif Mafia Pangan Manipulasi Data Stok Beras, Mentan Amran: Jangan Dizalimi Petani
Sabtu, 07 Juni 2025 - 17:53 WIB
“Kami minta jangan mempermainkan nasib petani dan konsumen. Sekarang beras kita banyak, tapi ada yang mencoba-coba memainkan data sehingga kelihatannya beras kita kurang pasokannya. Ternyata setelah diperiksa, itu benar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amran menekankan, pentingnya melindungi sektor pertanian demi ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan berbagai kemudahan untuk mendukung petani, mulai dari subsidi pupuk hingga penetapan harga yang menguntungkan.
“Jadi jangan dizalimi petani. Kalau negara mau kuat, ingat petani. Petani kita, baik pangan, perkebunan, maupun peternakan, jumlahnya mencapai 150 sampai 160 juta. Nah, kalau ini diperkuat, pasti Republik ini kuat,” tutup Mentan Amran.
Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Impor 1 Juta Ton Beras, Begini Alasannya
Lebih lanjut, Amran menekankan, pentingnya melindungi sektor pertanian demi ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan berbagai kemudahan untuk mendukung petani, mulai dari subsidi pupuk hingga penetapan harga yang menguntungkan.
“Jadi jangan dizalimi petani. Kalau negara mau kuat, ingat petani. Petani kita, baik pangan, perkebunan, maupun peternakan, jumlahnya mencapai 150 sampai 160 juta. Nah, kalau ini diperkuat, pasti Republik ini kuat,” tutup Mentan Amran.
Mafia Pangan
Mentan sebelumnya menduga adanya mafia pangan dalam distribusi beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Menurutnya, kelangkaan pasokan beras yang terjadi di PIBC tidak masuk akal, mengingat stok beras pemerintah sendiri dalam jumlahnya melimpah.Baca Juga: Pemerintah Buka Opsi Impor 1 Juta Ton Beras, Begini Alasannya
Lihat Juga :