Ramalan Bank Dunia: Ekonomi Global Memasuki Dekade Terburuk sejak Tahun 1960-an

Rabu, 11 Juni 2025 - 08:26 WIB
Sejak saat itu, pengenalan tarif universal 10% untuk semua barang impor ke AS, serta tarif yang lebih tinggi pada baja dan aluminium, menyebabkan pasar keuangan jatuh pada awal April. Ada tuntutan yang menerangkan bahwa sebagian tarif global pada Mei merupakan tindakan ilegal, namun pemerintahan Trump memenangkan banding untuk mempertahankannya hingga saat ini.

Ekonomi AS

Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2025 dan 2026, seiring meningkatnya ketegangan perdagangan yang menggoyahkan kepercayaan investor serta konsumsi swasta. Namun mereka tidak menurunkan perkiraan pada rival utama AS yakni China, yang menurut bank memiliki cukup stabilitas keuangan untuk menghadapi tantangan yang cukup signifikan dari ketidakpastian politik global.

"Di tengah ketidakpastian kebijakan yang meningkat dan bertambahnya hambatan perdagangan, konteks ekonomi global menjadi lebih menantang," kata laporan tersebut.

Ditambahkan juga bahwa, akan ada lebih banyak "ketidakpastian kebijakan yang menjadi sentimen" karena potensi "pergeseran cepat lebih lanjut" dalam langkah-langkah yang membatasi perdagangan oleh negara-negara. Bank Dunia juga menerangkan, akan ada pemotongan lebih lanjut dalam pertumbuhan jika AS meningkatkan tarif, dan memperingatkan soal lonjakan inflasi.

Pajak impor dapat menyebabkan "perdagangan global terhenti pada paruh kedua tahun ini, disertai dengan runtuhnya kepercayaan yang luas, meningkatnya ketidakpastian, dan kekacauan di pasar keuangan," kata laporan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!