JP Morgan Prediksi Runtuhnya Dolar AS, Berapa Tahun Lagi?

Senin, 16 Juni 2025 - 07:34 WIB
Dimon menegaskan, sejarah menunjukkan tidak ada mata uang yang bisa mendominasi selamanya. "Bacalah sejarah. Tidak ada yang abadi, termasuk hegemoni dolar AS," tegasnya. Namun, selama AS tetap menjadi kekuatan ekonomi dan militer terdepan dolar AS masih bisa bertahan.

BRICS, yang kini diperkuat oleh masuknya Arab Saudi, Iran, dan Mesir, semakin gencar mendorong penggunaan mata uang alternatif. China, misalnya telah memperluas penggunaan yuan dalam transaksi minyak, sementara Rusia dan India setuju bertransaksi dalam rubel dan rupee.

Namun, JP Morgan menilai dedolarisasi tidak akan terjadi dalam waktu singkat. "Butuh waktu puluhan tahun untuk menggeser dolar karena infrastruktur keuangan global masih sangat bergantung padanya," jelas salah satu analis JP Morgan.

Faktor lain yang memperlambat proses ini adalah likuiditas dan stabilitas dolar AS yang masih unggul dibandingkan mata uang BRICS. "Yuan atau rupee belum memiliki pasar keuangan yang cukup dalam untuk menggantikan dolar," tambahnya.

Namun, risiko jangka panjang tetap ada. Jika AS gagal mengendalikan utang nasional dan defisit perdagangan, kepercayaan terhadap dolar bisa terkikis. "Ini bukan hanya tentang BRICS, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan fiskal AS ke depan," ujar Dimon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!