Restoran Bangkrut Massal di Singapura, Tutup 307 Outlet per Bulan

Rabu, 18 Juni 2025 - 13:37 WIB
Menurut Reuters, penurunan belanja konsumen turut memperparah kondisi. Survei Mercer 2024 menempatkan Singapura sebagai kota termahal kedua di dunia setelah Hong Kong, membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.

Baca Juga: Prabowo Beri Cendera Mata Guci dan Keris Emas kepada Presiden Singapura

Gelombang penutupan tidak pandang bulu, mulai dari kedai makanan murah hingga restoran high-end ikut terkena dampak. Data pemerintah menunjukkan, angka penutupan bisnis F&B terus meroket dari rata-rata 230 per bulan pada 2022-2023 menjadi 307 per bulan di 2025.

Banyak pemilik usaha kesulitan menutup biaya tetap seperti sewa dan gaji karyawan. Para pelaku usaha mendesak pemerintah memberikan insentif, seperti keringanan pajak atau subsidi sewa, untuk mencegah gelombang PHK lebih besar. Tanpa intervensi, diperkirakan lebih banyak restoran akan gulung tikar dalam beberapa bulan ke depan.

"Jika kondisi tidak membaik, yang tersisa hanyalah jaringan besar dengan modal kuat. Usaha kecil dan menengah akan semakin tersingkir," ungkap seorang pemilik kedai kopi di Chinatown.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!