4 Pertaruhan Eropa jika Selat Hormuz Diblokir Imbas AS Ikut Gempur Iran
Senin, 23 Juni 2025 - 08:22 WIB
Sementara itu serangan udara menggunakan pesawat dan drone dapat menonaktifkan peralatan navigasi atau radar di pelabuhan-pelabuhan utama di kawasan tersebut. Drone tanpa awak seperti model Shahed milik Iran berpotensi digunakan untuk menyerang jalur pelayaran tertentu atau infrastruktur di Selat Hormuz.
Ditambah Iran dapat mencoba untuk mengerahkan kapal perang, sebagai respos fisik memblokir akses ke Selat Hormuz. Pada tahun 2012, Iran meluncurkan serangan siber terhadap industri minyak Arab Saudi, menunjukkan peningkatan kemampuan mereka seperti dilansir euro news.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik strategis paling vital di dunia, dan blokade oleh Iran akan menimbulkan risiko serius bagi Eropa. Memblokir Selat Hormuz adalah salah satu dari empat tanggapan Iran terhadap konflik ini, termasuk teror di daratan Eropa yang disebutkan oleh ahli keamanan Claude Moniquet dalam sebuah wawancara dengan Euronews.
"Hal ini akan menjadi bencana bagi Eropa," kata mantan petugas intelijen Prancis tersebut.
Baca Juga: Tarif Kargo Bahan Bakar Melejit Imbas Perang Iran-Israel, Capai Rp898 Juta per Hari
Ditambah Iran dapat mencoba untuk mengerahkan kapal perang, sebagai respos fisik memblokir akses ke Selat Hormuz. Pada tahun 2012, Iran meluncurkan serangan siber terhadap industri minyak Arab Saudi, menunjukkan peningkatan kemampuan mereka seperti dilansir euro news.
Selat Hormuz merupakan salah satu titik strategis paling vital di dunia, dan blokade oleh Iran akan menimbulkan risiko serius bagi Eropa. Memblokir Selat Hormuz adalah salah satu dari empat tanggapan Iran terhadap konflik ini, termasuk teror di daratan Eropa yang disebutkan oleh ahli keamanan Claude Moniquet dalam sebuah wawancara dengan Euronews.
"Hal ini akan menjadi bencana bagi Eropa," kata mantan petugas intelijen Prancis tersebut.
4alasan mengapa pemblokiran Selat Hormuz bakal berdampak ke daratan Eropa.
1. Ancaman terhadap keamanan energi
Sekitar 20% dari minyak mentah global dan sebagian besar gas alam melewati jalur Selat Hormuz. Eropa mengimpor minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, dimana sebagian besar pengiriman harus melewati Selat tersebut.Baca Juga: Tarif Kargo Bahan Bakar Melejit Imbas Perang Iran-Israel, Capai Rp898 Juta per Hari
Lihat Juga :