KTT BRICS 2025 Siap Ubah Peta Ekonomi Global, Dolar AS Makin Terancam
Sabtu, 28 Juni 2025 - 21:00 WIB
Selain isu perdagangan, BRICS juga menggagas tata kelola kecerdasan buatan yang inklusif dan etis. Negara-negara anggota mendorong pembentukan kerangka kerja regulatif yang tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga melindungi kepentingan publik dan mencegah dominasi teknologi oleh negara atau perusahaan tertentu.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan pentingnya multilateralisme sebagai jawaban terhadap polarisasi global. “Menggunakan unilateralisme hanya akan merusak tatanan internasional. Multilateralisme harus dipertahankan sebagai jalan ke depan,” katanya.
Kerja sama BRICS dengan negara-negara berkembang lainnya juga diperkuat melalui kerangka Global South, yang membuka jalur alternatif terhadap sistem perdagangan yang didominasi negara-negara Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin turut mengkritik penggunaan dolar AS sebagai alat politik dalam perdagangan global. "Dolar digunakan sebagai senjata. Kami benar-benar melihat hal ini. Saya pikir ini adalah kesalahan besar bagi mereka yang melakukannya," kata Putin dalam pernyataan sebelumnya.
KTT BRICS 2025 diyakini akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi anggota tetap, tetapi juga bagi lanskap tata kelola global secara keseluruhan. Pergeseran menuju tata kelola yang lebih inklusif dan multipolar dinilai sebagai tantangan terhadap dominasi sistem internasional saat ini.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan pentingnya multilateralisme sebagai jawaban terhadap polarisasi global. “Menggunakan unilateralisme hanya akan merusak tatanan internasional. Multilateralisme harus dipertahankan sebagai jalan ke depan,” katanya.
Kerja sama BRICS dengan negara-negara berkembang lainnya juga diperkuat melalui kerangka Global South, yang membuka jalur alternatif terhadap sistem perdagangan yang didominasi negara-negara Barat.
Presiden Rusia Vladimir Putin turut mengkritik penggunaan dolar AS sebagai alat politik dalam perdagangan global. "Dolar digunakan sebagai senjata. Kami benar-benar melihat hal ini. Saya pikir ini adalah kesalahan besar bagi mereka yang melakukannya," kata Putin dalam pernyataan sebelumnya.
KTT BRICS 2025 diyakini akan membawa dampak luas, tidak hanya bagi anggota tetap, tetapi juga bagi lanskap tata kelola global secara keseluruhan. Pergeseran menuju tata kelola yang lebih inklusif dan multipolar dinilai sebagai tantangan terhadap dominasi sistem internasional saat ini.
(nng)
Lihat Juga :