Pertama Kalinya, AS Cabut Sanksi Rusia Terkait Proyek Nuklir di Eropa
Rabu, 02 Juli 2025 - 07:51 WIB
Amerika Serikat (AS) resmi mencabut sanksi yang selama ini melarang transaksi keuangan melalui Gazprombank Rusia terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Eropa. FOTO/iStock
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) resmi mencabut sanksi yang selama ini melarang transaksi keuangan melalui Gazprombank Rusia terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Paks-2 di Hungaria. Keputusan ini tertuang dalam lisensi umum yang dikeluarkan Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri AS (OFAC) pada Jumat lalu.
Lisensi tersebut memberikan izin kepada Gazprombank dan sejumlah bank Rusia lainnya untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan energi nuklir sipil. Selain Gazprombank, bank-bank besar Rusia seperti Sberbank, Vnesheconombank, Alfa-Bank, VTB, Otkritie, dan Rosbank juga mendapat kelonggaran serupa.
Proyek PLTN Paks-2 sendiri diluncurkan pada 2014 melalui perjanjian bilateral antara Hungaria dan Rusia. Pembangkit ini melibatkan pembangunan dua reaktor oleh perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, dengan pinjaman Rusia sebesar €10 miliar dari total biaya proyek sekitar €12,5 miliar.
Baca Juga: Ukraina Dukung Israel-AS Serang Iran, Teheran Peringatkan Konsekuensinya
Lisensi tersebut memberikan izin kepada Gazprombank dan sejumlah bank Rusia lainnya untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan energi nuklir sipil. Selain Gazprombank, bank-bank besar Rusia seperti Sberbank, Vnesheconombank, Alfa-Bank, VTB, Otkritie, dan Rosbank juga mendapat kelonggaran serupa.
Proyek PLTN Paks-2 sendiri diluncurkan pada 2014 melalui perjanjian bilateral antara Hungaria dan Rusia. Pembangkit ini melibatkan pembangunan dua reaktor oleh perusahaan nuklir Rusia, Rosatom, dengan pinjaman Rusia sebesar €10 miliar dari total biaya proyek sekitar €12,5 miliar.
Baca Juga: Ukraina Dukung Israel-AS Serang Iran, Teheran Peringatkan Konsekuensinya
Lihat Juga :