Pertama Kalinya, AS Cabut Sanksi Rusia Terkait Proyek Nuklir di Eropa
Rabu, 02 Juli 2025 - 07:51 WIB
Paks-2 dipandang sebagai proyek strategis untuk keamanan energi Hungaria. Pembangkit ini direncanakan beroperasi di dekat PLTN Paks yang sudah ada, yang saat ini memasok sekitar setengah dari kebutuhan listrik Hungaria. Namun, sanksi AS terhadap Gazprombank sebelumnya sempat menghentikan sementara pembangunan proyek ini.
Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, mengonfirmasi pencabutan sanksi tersebut pada Minggu (29/6). “AS membuat banyak keputusan politik yang menempatkan negara kami dalam situasi sulit, salah satunya dengan membatasi pembangunan PLTN Paks-2,” ujarnya dalam pernyataan resminya dikutip dari Russian Today, Rabu (2/7).
Szijjarto menambahkan bahwa sejak Januari lalu, perubahan kepemimpinan di Washington membawa angin segar bagi hubungan kedua negara. “Pemerintah AS kini memandang Hungaria sebagai teman dan telah mencabut sanksi terkait investasi PLTN Paks,” katanya.
Menurut Szijjarto, pembangunan Paks-2 sangat penting untuk menjamin pasokan energi yang aman bagi Hungaria. Ia optimistis proyek ini akan memungkinkan Hungaria memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik nasional pada pertengahan 2030-an.
Baca Juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto, mengonfirmasi pencabutan sanksi tersebut pada Minggu (29/6). “AS membuat banyak keputusan politik yang menempatkan negara kami dalam situasi sulit, salah satunya dengan membatasi pembangunan PLTN Paks-2,” ujarnya dalam pernyataan resminya dikutip dari Russian Today, Rabu (2/7).
Szijjarto menambahkan bahwa sejak Januari lalu, perubahan kepemimpinan di Washington membawa angin segar bagi hubungan kedua negara. “Pemerintah AS kini memandang Hungaria sebagai teman dan telah mencabut sanksi terkait investasi PLTN Paks,” katanya.
Menurut Szijjarto, pembangunan Paks-2 sangat penting untuk menjamin pasokan energi yang aman bagi Hungaria. Ia optimistis proyek ini akan memungkinkan Hungaria memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik nasional pada pertengahan 2030-an.
Baca Juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Lihat Juga :