Trump Ngamuk Lagi, Bakal Getok Tarif 70% ke Sejumlah Negara
Minggu, 06 Juli 2025 - 12:07 WIB
Kebijakan tersebut merupakan eskalasi dari tarif "balasan" sebesar 50% yang sebelumnya diterapkan AS pada April. Lonjakan tarif hingga 70% dikhawatirkan memicu gejolak pasar global, mengingat kebijakan serupa sebelumnya telah menyebabkan pelemahan saham dan nilai obligasi AS.
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah negara seperti Uni Eropa (UE) dan Jepang diduga menjadi sasaran utama. Trump sebelumnya menyebut kedua mitra dagang itu "terlalu keras" dalam negosiasi. Bahkan, pekan lalu ia mengancam Jepang dengan tarif 35% karena dianggap "manja".
Namun, Gedung Putih menyisakan celah fleksibilitas. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan tenggat waktu 9 Juli "tidak mutlak", terutama bagi negara yang masih menunjukkan itikad baik. Menteri Keuangan Scott Bessent juga memperkirakan negosiasi bisa berlanjut hingga September.
Sikap Trump justru berbalik keras saat konferensi pers Jumat. "Tidak ada kelonggaran. Pembayaran tarif dimulai 1 Agustus," tegas dia. Pernyataan ini bertolak belakang dengan sinyal damai yang sebelumnya diberikan stafnya.
Komisi Eropa mengaku masih berada dalam tahap negosiasi "sangat sulit". Juru bicara perdagangan UE Olof Gill enggan berkomentar rinci, menyebut proses masih sensitif. Hingga kini, AS baru menandatangani kerangka perdagangan dengan Inggris dan China.
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah negara seperti Uni Eropa (UE) dan Jepang diduga menjadi sasaran utama. Trump sebelumnya menyebut kedua mitra dagang itu "terlalu keras" dalam negosiasi. Bahkan, pekan lalu ia mengancam Jepang dengan tarif 35% karena dianggap "manja".
Namun, Gedung Putih menyisakan celah fleksibilitas. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyatakan tenggat waktu 9 Juli "tidak mutlak", terutama bagi negara yang masih menunjukkan itikad baik. Menteri Keuangan Scott Bessent juga memperkirakan negosiasi bisa berlanjut hingga September.
Sikap Trump justru berbalik keras saat konferensi pers Jumat. "Tidak ada kelonggaran. Pembayaran tarif dimulai 1 Agustus," tegas dia. Pernyataan ini bertolak belakang dengan sinyal damai yang sebelumnya diberikan stafnya.
Komisi Eropa mengaku masih berada dalam tahap negosiasi "sangat sulit". Juru bicara perdagangan UE Olof Gill enggan berkomentar rinci, menyebut proses masih sensitif. Hingga kini, AS baru menandatangani kerangka perdagangan dengan Inggris dan China.
Lihat Juga :