Mengenal Scandinasian, Gaya Desain Hunian Masa yang Kini Diminati di Bali
Senin, 07 Juli 2025 - 09:53 WIB
Pengembangan baru ini mengutamakan tata ruang terbuka dengan proporsi luas laiknya di rumah-rumah di Stockholm atau Copenhagen. Perencanaan ruang pun mengikuti prinsip-prinsip Skandinavia, di mana setiap jengkal area dibuat multi-fungsi, namun dalam skala yang lebih besar untuk mengakomodasi pembeli mancanegara yang terbiasa dengan hunian lapang di negara asal mereka.
Material pun mengikuti gaya ini, di mana kayu alami dengan berbagai sentuhan akhir menciptakan kedalaman visual yang menjadi ciri khas interior Skandinavia. Sementara aksen logam yang ditempatkan secara strategis menambah kesan elegan tanpa mendominasi ruang.
Pendekatan ini mengakomodasi kecintaan masyarakat Skandinavia terhadap material yang “semakin tua, semakin indah”. Untuk itu perawatan menjadi hal yang sangat penting diperhatikan di Bali yang memiliki iklim tropis, karena menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan investasi properti.
Pencahayaan alami pun dimaksimalkan lewat penempatan jendela-jendela besar, tanpa mengurangi privasi penghuni. Sementara itu, sistem penyimpanan (storage) menggabungkan konsep built-in khas Skandinavia dengan kepraktisan khas tropis, yang menghadirkan furnitur modern namun tetap menjaga ruangan tetap rapi dan tidak berantakan.
Pendiri dan CEO CORE Concept Living Shanny Poijes mengatakan, pembeli properti dari mancanegara saat ini semakin cerdas dalam memilih desain yang mereka inginkan. Mereka telah banyak bepergian, tinggal di berbagai negara, dan memahami arti kualitas.
”Mereka tidak sekadar membeli properti, namun berinvestasi dalam gaya hidup yang mencerminkan perspektif global mereka. Pendekatan Scandinasian ini begitu relevan, karena mencerminkan pengalaman mereka terhadap prinsip desain terbaik dari berbagai budaya, serta menciptakan ruang yang berkelas dan sangat nyaman,” katanya dalam siaran pers, Senin (7/7/2025).
Di sisi lain, desain Japandi terus berkembang di tahun ini. Gaya desain ini memadukan minimalisme ala Jepang dan fungsionalitas Skandinavia dengan desain biofilik, keberlanjutan, dan teknologi pintar, serta fokus pada minimalisme, fungsionalitas, dan koneksi yang mendalam dengan alam.
Material pun mengikuti gaya ini, di mana kayu alami dengan berbagai sentuhan akhir menciptakan kedalaman visual yang menjadi ciri khas interior Skandinavia. Sementara aksen logam yang ditempatkan secara strategis menambah kesan elegan tanpa mendominasi ruang.
Pendekatan ini mengakomodasi kecintaan masyarakat Skandinavia terhadap material yang “semakin tua, semakin indah”. Untuk itu perawatan menjadi hal yang sangat penting diperhatikan di Bali yang memiliki iklim tropis, karena menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan investasi properti.
Pencahayaan alami pun dimaksimalkan lewat penempatan jendela-jendela besar, tanpa mengurangi privasi penghuni. Sementara itu, sistem penyimpanan (storage) menggabungkan konsep built-in khas Skandinavia dengan kepraktisan khas tropis, yang menghadirkan furnitur modern namun tetap menjaga ruangan tetap rapi dan tidak berantakan.
Pendiri dan CEO CORE Concept Living Shanny Poijes mengatakan, pembeli properti dari mancanegara saat ini semakin cerdas dalam memilih desain yang mereka inginkan. Mereka telah banyak bepergian, tinggal di berbagai negara, dan memahami arti kualitas.
”Mereka tidak sekadar membeli properti, namun berinvestasi dalam gaya hidup yang mencerminkan perspektif global mereka. Pendekatan Scandinasian ini begitu relevan, karena mencerminkan pengalaman mereka terhadap prinsip desain terbaik dari berbagai budaya, serta menciptakan ruang yang berkelas dan sangat nyaman,” katanya dalam siaran pers, Senin (7/7/2025).
Di sisi lain, desain Japandi terus berkembang di tahun ini. Gaya desain ini memadukan minimalisme ala Jepang dan fungsionalitas Skandinavia dengan desain biofilik, keberlanjutan, dan teknologi pintar, serta fokus pada minimalisme, fungsionalitas, dan koneksi yang mendalam dengan alam.
Lihat Juga :