Indonesia Gandeng Australia Perkuat Ekspor Produk Halal

Senin, 07 Juli 2025 - 16:37 WIB
"Kami harapkan kerja sama ini dapat turut meningkatkan buyer Australia, khususnya untuk sektor produk halal, pada gelaran TEI 2025. Kami juga berharap diaspora bisa menjadi importir produk Indonesia di negara tujuan," imbuh Mendag Busan.

Australia merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia, menempati peringkat ke-12 sebagai tujuan ekspor Indonesia. Pada periode Januari–April 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 4,1 miliar. Pada tahun 2024, total perdagangan mencapai USD 15,39 miliar.

Potensi Produk Halal Indonesia di Pasar Global

Permintaan dunia untuk produk halal mencapai USD 1,3 triliun pada tahun 2024, meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir (2020—2024) dengan tren sebesar 8,31 persen. Indonesia, sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia, menempati peringkat ke-9 sebagai eksportir produk halal global.

Nilai ekspor produk halal Indonesia ke dunia mencapai USD 49,3 miliar pada tahun 2024. Dalam lima tahun terakhir (2020—2024), ekspor produk halal Indonesia terus tumbuh dengan tren sebesar 5,18 persen. Ekspor produk halal Indonesia ke dunia pada tahun 2024 didominasi empat kategori produk: makanan (USD 41,95 miliar), modest fashion (USD 8,28 miliar), farmasi (USD 0,73 miliar), dan kosmetika (USD 0,43 miliar).

Tiga Langkah Strategis Kerja Sama

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengungkapkan, perjanjian kerja sama dengan GAHC mencakup tiga langkah strategis. Pertama, penerbitan 1.000 sertifikat halal bagi UMKM Indonesia yang berorientasi ekspor ke Australia. Kedua, penunjukan GAHC sebagai importir sekaligus agen promosi dan distribusi produk halal Indonesia di pasar Australia. Ketiga, penyampaian informasi terkait standar, regulasi, sertifikasi, hingga tren dan selera pasar halal Australia kepada pelaku UMKM nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!