Kebangkitan BRICS Bikin Barat Panas, Segala Cara Dilakukan Demi Menghambatnya
Selasa, 08 Juli 2025 - 08:41 WIB
Arce mengatakan negaranya menolak unipolaritas dan mempromosikan multilateralisme. "Kami tidak lagi percaya bahwa planet ini harus didominasi oleh satu negara... Fakta bahwa semakin banyak negara ingin bergabung dengan kelompok BRICS adalah bukti meyakinkan bahwa dunia menerima prinsip multilateralisme," ungkapnya.
Dia menambahkan, BRICS tidak menjadikan anggotanya sebagai bawahan, tetapi memungkinkan mereka semua untuk mendapatkan keuntungan dari kerjasama yang saling menguntungkan.
Sebagai informasi BRICS didirikan oleh Brasil, Rusia, India, dan China pada tahun 2006, dan kemudian menambahkan Afrika Selatan, Mesir, Iran, Ethiopia, UEA, dan Indonesia menjadi anggota penuh. Pada pertemuan puncak tahun lalu di Kazan, kelompok ini memperkenalkan status 'negara mitra' setelah menerima lebih dari 30 aplikasi keanggotaan.
Baca Juga: Trump Teken Surat Tarif Impor Baru ke 12 Negara, Indonesia Masuk Daftar?
Dalam deklarasi mereka di pertemuan puncak Rio yang dimulai pada hari Minggu, para pemimpin BRICS mendukung dunia multipolar, reformasi Dewan Keamanan PBB, dan keuangan global yang lebih adil. Mereka menyerukan reformasi IMF dan Bank Dunia, perdagangan yang lebih kuat di antara negara-negara BRICS, penggunaan mata uang lokal yang lebih luas, dan sistem pembayaran alternatif.
Dia menambahkan, BRICS tidak menjadikan anggotanya sebagai bawahan, tetapi memungkinkan mereka semua untuk mendapatkan keuntungan dari kerjasama yang saling menguntungkan.
Sebagai informasi BRICS didirikan oleh Brasil, Rusia, India, dan China pada tahun 2006, dan kemudian menambahkan Afrika Selatan, Mesir, Iran, Ethiopia, UEA, dan Indonesia menjadi anggota penuh. Pada pertemuan puncak tahun lalu di Kazan, kelompok ini memperkenalkan status 'negara mitra' setelah menerima lebih dari 30 aplikasi keanggotaan.
Baca Juga: Trump Teken Surat Tarif Impor Baru ke 12 Negara, Indonesia Masuk Daftar?
Dalam deklarasi mereka di pertemuan puncak Rio yang dimulai pada hari Minggu, para pemimpin BRICS mendukung dunia multipolar, reformasi Dewan Keamanan PBB, dan keuangan global yang lebih adil. Mereka menyerukan reformasi IMF dan Bank Dunia, perdagangan yang lebih kuat di antara negara-negara BRICS, penggunaan mata uang lokal yang lebih luas, dan sistem pembayaran alternatif.
(akr)
Lihat Juga :