Trump Ancam Bubarkan BRICS dengan Cara Ini

Rabu, 09 Juli 2025 - 15:31 WIB
BRICS, yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini telah berkembang dengan keanggotaan baru seperti Indonesia, Mesir, Iran, dan Uni Emirat Arab. Kelompok ini baru saja menggelar pertemuan ke-17 di Rio de Janeiro, Brasil, yang menghasilkan deklarasi bersama untuk mempromosikan perdamaian dan kerja sama global.

Namun, sejumlah poin dalam deklarasi tersebut dinilai menyinggung AS dan sekutunya, terutama terkait isu peningkatan penggunaan tarif dalam perdagangan internasional. Para pemimpin BRICS menyoroti praktik tarif unilateral yang dinilai tidak sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.

Trump sendiri dikenal sebagai pendukung kebijakan ekonomi proteksionis dengan slogan “America First”, serta sering menggunakan tarif sebagai alat negosiasi dagang. Ia bahkan menyebut tarif sebagai “kata yang paling indah dalam kamus saya”, meski banyak ekonom memperingatkan bahwa beban tarif pada akhirnya akan ditanggung konsumen.

Dalam pernyataan mereka, para pemimpin BRICS menyampaikan keprihatinan serius atas meningkatnya tarif dan tindakan non-tarif sepihak yang dapat mendistorsi perdagangan serta memperburuk kesenjangan ekonomi global. Mereka menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut dapat mengurangi volume perdagangan, mengganggu rantai pasok internasional, dan menimbulkan ketidakpastian ekonomi.

Selain isu perdagangan, BRICS juga mengecam serangan militer baru-baru ini terhadap Iran, salah satu anggota blok tersebut. Mereka menilai serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional, terutama karena fasilitas nuklir damai turut menjadi sasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!