Kejatuhan Dolar AS di Depan Mata saat Tarif Trump Mengguncang Global
Jum'at, 11 Juli 2025 - 08:09 WIB
Sebelumnya berbicara pada rapat kabinet tengah pekan kemarin, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa AS akan memberlakukan tarif baru pada anggota BRICS secepatnya. Dia menambahkan bahwa, “Jika mereka adalah anggota BRICS, mereka akan dikenakan tarif 10% - dan mereka tidak akan menjadi anggota lagi dalam waktu yang lama,” seperti dilaporkan Reuters.
Sementara itu Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa baru-baru ini mengatakan, bahwa kerja sama kelompok tersebut bukan untuk menghadapi siapa pun secara khusus, dan bahwa "sangat mengecewakan" bahwa BRICS dipandang "dalam cahaya negatif."
Selanjutnya Omole mengatakan, bahwa pernyataan Ramaphosa itu dibutuhkan, tetapi pengaruh kelompok BRICS diyakini akan terus meningkat. "Meskipun Presiden Ramaphosa mungkin terlihat diplomatis, tetapi memang BRICS sedang mempercepat penurunan permanen kekuasaan AS," tegasnya.
Berbicara di sela-sela Konferensi Menteri Forum Kemitraan Rusia-Afrika pada bulan November, Mashood Jacob Ajene, seorang ahli dari Pusat Penelitian Afrika-Rusia di Ghana, mengatakan kepada RT bahwa mengurangi ketergantungan pada dolar AS dapat mengubah masa depan ekonomi Afrika.
"AS sangat kuat karena dolar, dan dolar hanyalah selembar kertas," kata Ajene, sembari menambahkan bahwa ketergantungan Afrika pada dolar membatasi potensinya.
Sementara itu Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa baru-baru ini mengatakan, bahwa kerja sama kelompok tersebut bukan untuk menghadapi siapa pun secara khusus, dan bahwa "sangat mengecewakan" bahwa BRICS dipandang "dalam cahaya negatif."
Selanjutnya Omole mengatakan, bahwa pernyataan Ramaphosa itu dibutuhkan, tetapi pengaruh kelompok BRICS diyakini akan terus meningkat. "Meskipun Presiden Ramaphosa mungkin terlihat diplomatis, tetapi memang BRICS sedang mempercepat penurunan permanen kekuasaan AS," tegasnya.
Berbicara di sela-sela Konferensi Menteri Forum Kemitraan Rusia-Afrika pada bulan November, Mashood Jacob Ajene, seorang ahli dari Pusat Penelitian Afrika-Rusia di Ghana, mengatakan kepada RT bahwa mengurangi ketergantungan pada dolar AS dapat mengubah masa depan ekonomi Afrika.
"AS sangat kuat karena dolar, dan dolar hanyalah selembar kertas," kata Ajene, sembari menambahkan bahwa ketergantungan Afrika pada dolar membatasi potensinya.
Lihat Juga :