MHU Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Adat lewat Hilirisasi Kakao

Jum'at, 11 Juli 2025 - 22:42 WIB
Desa Lung Anai yang 92 persen penduduknya merupakan masyarakat adat Dayak Kenyah, sebelumnya hanya menjual biji kakao basah dengan harga Rp25.000–Rp30.000 per kilogram. Melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Sustainable Livelihood Approach (SLA), MHU membangun Rumah Cokelat sebagai pusat hilirisasi, lengkap dengan rumah pengering, mesin bersertifikat halal dan BPOM, serta ruang edukasi bagi masyarakat.

Program ini berhasil meningkatkan nilai jual kakao kering fermentasi hingga Rp120.000–Rp150.000 per kilogram. Selain itu, sebanyak 12 perempuan lokal kini aktif terlibat dalam proses produksi cokelat, mencerminkan pergeseran positif dalam peran gender serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

Division Head Mining Support and Compliance MHU Wiwin Suhartanto menekankan bahwa pemanfaatan lahan secara produktif dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pendapatan warga, tapi juga berkontribusi menjaga keseimbangan lingkungan dan kearifan lokal,” ujar Wiwin.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses program ini. MHU melibatkan Kelompok Tani Lalut Isau, BUMDes Lung Anai, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani, serta Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara dalam pelatihan dan pendampingan masyarakat.

Rumah Cokelat Lung Anai juga memperkuat enam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), antara lain pengentasan kelaparan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, kota berkelanjutan, dan konsumsi-produksi bertanggung jawab.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!